BANJARBARU – Polres Banjarbaru menelusuri sumber api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Cempaka, dengan memeriksa sejumlah saksi dan mendalami kondisi tempat kejadian perkara.
Kasi Humas Polres Banjarbaru Ipda Kardi Gunadi mengatakan, unit tindak pidana tertentu (tipidter) sat reskrim telah meminta keterangan pemilik asal lahan, serta salah seorang pemilik lahan yang berada di lokasi ketika kebakaran terjadi.
“Untuk pemilik tanah lama sudah kami mintai keterangan. Beliau menjelaskan tanah kepemilikan seluas 15 hektare tersebut memang sudah di jual ke beberapa pembeli,” katanya, Senin (10/8).
Menurutnya, keterangan tersebut digunakan penyidik untuk menelusuri riwayat kepemilikan dan kondisi lahan sebelum kebakaran terjadi.
Penyidik juga meminta keterangan salah seorang pemilik lahan yang berada di lokasi saat kebakaran. Berdasarkan keterangan sementara, saksi tiba ketika api telah menyebar dan berupaya menyelamatkan gubuk miliknya dengan bantuan petugas.
Kardi menyebutkan, penyidik akan mencocokkan keterangan para saksi dengan hasil pemeriksaan di lokasi untuk menentukan titik awal munculnya api.
“Untuk langkah selanjutnya, penyidik akan melakukan pendalaman di TKP dan mengumpulkan beberapa saksi lagi untuk mengetahui titik awal atau sumber api,” ucapnya.
Penyelidikan dilakukan setelah kebakaran melanda sekitar 10 hektare semak belukar dari hamparan lahan seluas sekitar 15 hektare, di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis (6/8).
Petugas gabungan Polda Kalimantan Selatan, Polres Banjarbaru, Polsek Cempaka, dan BPBD Kota Banjarbaru saat itu mengerahkan kendaraan Water Cannon untuk membantu mengendalikan kebakaran.
Sementara, Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda menambahkan, penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun kesengajaan. “Apabila terbukti ada pelanggaran, akan kami proses sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Kota Banjarbaru, akumulasi luas lahan terdampak karhutla di wilayah tersebut mencapai sekitar 700 hektare. ant
