JAKARTA – Perum Bulog memastikan ketersediaan bera premium di ritel modern sebagai langkah antisipasi apabila 40 merek beras fortifikasi ditarik dari peredaran menyusul adanya ketidaksesuaian kandungan gizi dengan informasi pada label kemasan.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) di berbagai ritel modern guna memastikan stok beras premium tetap tersedia dan tidak terjadi kekosongan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi terhadap kemungkinan dampak penarikan puluhan merek beras fortifikasi. “Kami sudah perintahkan seluruh jajaran kota-kota besar khususnya hari ini, dari tadi pagi sampai malam ini untuk melaksanakan sidak ke berbagai ritel-ritel modern untuk memastikan supaya produk beras Bulog itu ada di ritel-ritel modern,” kata Rizal.
Rizal menuturkan Bulog mengantisipasi kemungkinan terganggunya pasokan di pasar modern apabila penarikan produk beras fortifikasi dilakukan. Untuk itu, perusahaan pelat merah tersebut memastikan stok beras premium Bulog tersedia dalam jumlah yang memadai.
“Kami akan dorong semaksimal mungkin di seluruh Indonesia Tanah Air beras-beras Bulog juga harus masuk di ritel modern karena rata-rata kalau beras premium yang konsumsi yang kelas menengah ke atas, adanya di ritel-ritel modern. Kalau di pasar-pasar SP2KP [Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok] pakai beras-beras medium biasanya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Rizal menegaskan persoalan yang menjadi perhatian bukan harga jual produk karena tidak diatur pemerintah, melainkan dugaan ketidaksesuaian kandungan gizi dengan informas yang tercantum pada kemasan.
“Kalau harga beras fortifikasi kan dari pemerintah tidak ada pengaturan HET-nya, tidak ada. Cuman yang jadi masalah adalah kandungan yang disampaikan di dalam gizinya, yang dibilang ada vitamin B, vitamin macam-macam, tapi ternyata setelah di laboratorium oleh teman-teman Satgas Pangan banyak yang tidak sesuai,” tuturnya.
Dalam sidak tersebut, Bulog juga mendapati berbagai merek beraspremium masih tersedia di ritel modern, termasuk produk Bulog yakni Punokawan dan Befood Sentra Ramos dengan harga Rp74.500 per kemasan 5 kilogram. Menurut Rizal, kehadiran beras premium Bulog di ritel modern merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menyediakan beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Ini beras kita, beras Bulog ini harganya 5 kilo Rp74.500, baik Befood Sentra Ramos maupun Punokawan Rp74.500. Nah, contoh nih beras Anak Raja Rp94.500, Topi Koki ini yang 5 kilo Rp126.900,” ujarnya.
Rizal menilai selisih harga tersebut menunjukkan peran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tingginya harga beras preium. “Nah ini menunjukkan kehadiran negara memberikan harga yang semurah-murahnya kepada masyarakat. Tujuannya, di situasi saat ini perlu support dari pemerintah untuk memberikan harga yang terbaik untuk konsumen, khususnya masyarakat,” ujarnya.
Selain melalui retail modern, beras BULOG juga dipasarkan melalui pasar tradisional, toko pangan, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), serta berbagai kegiatan Gerakan Pangan Murah yang terus dilaksanakan bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah. bisn/mb06
