BANJARMASIN – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Jahrian berharap agar Koperasi Merah Putih (KMP) bisa memberikan tambahan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) bagi Banua.

Hal itu ia sampaikan usai Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat bersama SKPD terkait, Selasa (4/8) sore.

Ia menyebutkan, realisasi pembentukan KMP di Kalsel sendiri minim karena dari target sekitar 2.000 lebih, hingga kini hanya terealisasi 71 koperasi. “Jadi hanya terealisasi 71 Koperasi Merah Putih dari target 2.000 koperasi di wilayah Kalsel,” ucapnya.

Pada dasarnya, lanjut dia, koperasi merupakan ujung tombak perdagangan yang berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong.

Namun, dalam pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain adanya efisiensi anggaran, pencairan anggaran yang lambat, pelaksanaan program menjadi tertunda, serta terlalu banyak koordinasi yang harus dilakukan sehingga memperlambat proses.

“Kondisi ini tidak hanya di alami koperasi, tetapi juga hampir seluruh dinas, instansi, dan lembaga pemerintahan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, adanya pengalihan atau penyesuaian anggaran menyebabkan berbagai program pembangunan terhambat baik di bidang pendidikan, penataan, maupun pembangunan infrastruktur lainnya.

“Dukungan komisi II pada prinsipnya mengharapkan agar anggaran yang telah ditetapkan tidak mengalami pengurangan. Sebaliknya, kita perlu mencari sumber-sumber penambahan pendapatan daerah, misalnya melalui peningkatan PAD,” tambahnya.

Selain itu, lanjut dia, sarana dan prasarana milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat ditawarkan kepada pihak ketiga untuk dikelola, sehingga mampu meningkatkan pendapatan daerah.

“Saya melihat masih banyak aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber pendapatan, salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemasaran dan sosialisasi kepada masyarakat maupun calon investor,” katanya.

Ia pun mencontohkan, di Kepulauan Riau setiap masa libur panjang di pasang papan informasi yang mempromosikan berbagai potensi daerah.

“Kalimantan Selatan juga dapat melakukan hal serupa. Dengan mempromosikan potensi daerah secara lebih luas, diharapkan semakin banyak orang datang ke Kalimantan Selatan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja,” pungkasnya. rds