BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026 dan berlanjut sampai Oktober.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin Husni Thamrin mengatakan, Walikota Banjarmasin telah mengeluarkan surat edaran sejak 2 April 2026 yang ditujukan kepada seluruh dinas, instansi vertikal, kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW agar bersama-sama mengantisipasi dampak musim kemarau.

“Seluruh lapisan masyarakat dihimbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang menurut BMKG tahun ini diperkirakan lebih panjang dan lebih panas,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Ia menilai kondisi panas ekstrem sudah mulai dirasakan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Karena itu, pemerintah kembali menegaskan larangan membakar sampah, baik di lingkungan rumah tangga maupun di lahan terbuka.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus diselesaikan di tingkat rumah tangga agar tidak menimbulkan menimbulkan risiko kebakaran saat kemarau dan tidak menyumbat saluran air saat musim hujan tiba.

“Kalau sampah dibakar bisa memicu kebakaran semak belukar. Sebaliknya, kalau dibuang ke sungai saat musim hujan bisa menyebabkan penyumbatan dan genangan,” katanya.

Terkait status kebencanaan, ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan sejak 6 Juli hingga 31 Oktober 2026. Penetapan itu dilakukan setelah sedikitnya tiga kabupaten/kota yang mereka pun menemukan titik api.

Namun, Pemko Banjarmasin hingga kini belum menetapkan status siaga darurat karena kondisi di lapangan masih terkendali.

“Di Banjarmasin sementara belum ada hotspot dan belum ada kebakaran lahan yang signifikan. Yang terjadi hanya kebakaran sampah kecil-kecil, tidak sampai hektaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, asap dari wilayah perbatasan juga belum berdampak ke Kota Banjarmasin. Pemerintah berharap kedisiplinan masyarakat untuk tidak membakar sampah dapat mencegah terjadinya kebakaran lahan maupun gangguan kabut asap selama musim kemarau berlangsung.

Mudah-mudahan semua bisa diatasi, asalkan kita sama-sama disiplin dan tidak membakar sampah,” katanya. via