BANJARMASIN – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) meningkatkan kualitas lulusan dokter gigi melalui instruktur klinik yang menerapkan metode bimbingan terstandar dan terstruktur.
“Peran instruktur klinik ujung tombak dalam mencetak dokter gigi yang kompeten, beretika, dan siap bersaing,” ucap Dekan FKG ULM Prof Maharani Laillyza Apriasari, Senin (3/8).
Ia mengatakan, sebagai upaya terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi kedokteran gigi berkualitas global, FKG ULM menyelenggarakan lokakarya pengajaran klinis pendidikan berbasis hasil atau Outcome-Based Education (OBE), yang diperuntukkan bagi para instruktur kepaniteraan klinik dan instruktur klinik.
Ia juga menekankan pergeseran ke arah OBE bukan sekadar formalitas kurikulum, melainkan transformasi fundamental dalam cara membimbing dan menguji calon dokter gigi di klinik.
Melalui pendekatan berbasis OBE, fokus pengajaran klinis tidak lagi hanya pada apa yang diajarkan, melainkan kemampuan nyata apa yang berhasil dikuasai mahasiswa saat melayani pasien.
“Kami berkomitmen menghasilkan lulusan dokter gigi profesional, unggul, dan berdaya saing tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis bukti ilmiah,” katanya.
Untuk mengupas tuntas implementasi OBE dalam setting klinis, lanjut dia, lokakarya tersebut menghadirkan pakar pengajaran medis dari Departemen Ilmu Penyakit Mulut FKG Universitas Gadjah Mada (UGM) drg Fimma Naritasari MDSc.
Fimma menyebutkan, kegiatan ini menjadi langkah nyata FKG ULM dalam menjamin setiap mahasiswa tingkat profesi (kepaniteraan klinik) mendapatkan pengawalan pembelajaran yang optimal sebelum berhadapan langsung dengan masyarakat luas. ant
