BANJARMASIN – Forum Insinyur Muda (FIM) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Kalimantan Selatan menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), sebagai upaya memperkuat pengembangan sumber daya manusia di bidang keinsinyuran.

Kesepakatan yang dilaksanakan di ULM ini menjadi tonggak awal sinergi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas profesi insinyur di Kalimantan Selatan.

Penandatanganan MoU ini dilakukan Wakil Rektor ULM Dr Ir Yusuf Aziz MSc dengan Ketua FIM PII Wilayah Kalimantan Selatan Ir Nanang Elva Julianoor Putra SST MT IPM pada Rabu (29/7).

Ketua FIM PII Wilayah Kalimantan Selatan Nanang Elva Julianoor Putra mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem keinsinyuran yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan sinergi ini menghasilkan program-program nyata yang mampu meningkatkan kualitas mahasiswa, dosen, dan para insinyur muda, sehingga siap menghadapi tantangan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional,” katanya.

Menurutnya, perkembangan teknologi, transformasi digital, hingga tantangan perubahan iklim menuntut hadirnya insinyur yang memiliki kemampuan teknis, inovatif, mampu bekerja sama lintas sektor, serta menjunjung tinggi profesionalisme.

Sebagai tindaklanjut kerja sama tersebut, FIM PII Kalsel dan ULM akan mengembangkan berbagai kegiatan seperti seminar nasional, kuliah umum, pelatihan, workshop, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pembinaan mahasiswa, hingga program peningkatan kompetensi profesi yang mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sementara, Wakil Rektor ULM Yusuf Aziz menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut.

Ia menyebutkan, kemitraan antara perguruan tinggi dengan organisasi profesi menjadi bagian penting dalam menciptakan lulusan yang memiliki daya saing tinggi, sekaligus siap menjawab kebutuhan dunia kerja.

“Saya berharap kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan keinsinyuran, tetapi juga melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Melalui kemitraan ini, FIM PII Kalsel dan ULM berkomitmen segera merealisasikan berbagai program kolaboratif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh mahasiswa, akademisi, praktisi, hingga masyarakat.

“Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mencetak generasi insinyur yang profesional, adaptif, berintegritas, dan mampu menjadi penggerak pembangunan Banua maupun Indonesia di masa depan,” pungkas Yusuf. ril/ani