BANJARBARU – Satuan tugas (satgas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggiatkan kegiatan patroli udara menggunakan heli patroli dan darat untuk memantau titik api (hotspot) pada musim kemarau tahun 2026.
Kita memaksimalkan pemantauan titik-titik hotspot melalui udara dan darat guna melakukan pencegahan terjadi karhutla lebih luas,” ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel Ronny Eka Saputra, Rabu (22/7).
Ia mengatakan, patroli udara dan darat ini dilakukan, terutama yang termasuk kawasan ring 1 seperti kawasan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, lantaran ada objek vital di kawasan tersebut.
Selain heli partoli, Kalsel juga mendapat bantuan heli water boombing dalam rangka melakukan pemadaman karhutla di lokasi yang tidak terjangkau pemadaman darat.
Kita saat ini mendapat bantuan dua heli water boombing dan satu heli patroli. Nanti akan ditambah lagi satu heli water boombing untuk mendukung operasi satgas udara melakukan pemadaman karhutla di Kalsel,” katanya.
Ia mencontohkan, ketika terjadi karhutla di kawasan yang termasuk ring 1, operasi satgas udara melalui heli water boombing mampu mengendalikan karhutla tidak sampai meluas.“Ronny juga mengungkapkan pihaknya saat ini telah memfungsikan 14 titik posko karhutla, dan lima di antaranya berlokasi di kawasan ring 1.
Ketika ditanya jumlah hotspot di Kalsel, ia menyebutkan sejak Januari hingga 20 Juli 2026 ada sekitar 3.000 titik jumlah hotspot, dan luas lahan yang terbakar sekitar 450 hektar.
Ronny pun mengimbau seluruh lapisan msyarakat hendaknya ketika melakukan pengolahan pertanian tidak melakukan pembakaran. ani
