JAKARTA – Saat ini harga telur berada di kisaran Rp27.000-Rp28.000 per kilogram. Adapun sebelumnya harga sempat menyentuh level terendah sekitar Rp24.000 per kilogram.
Kondisi tersebut diakui pemerintah sangat maklum, karena pasar seiring kembali bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan kenaikan harga telur saat ini dipengaruhi oleh peningkatan permintaan setelah program MBG kembali berjalan. “Ini kan sebenarnya, kemarin sebenarnya ini yang kemudian harusnya diatur lebih detail ya. Ada supply dan demand-nya itu.
Pada saat kemudian supply dan demand-nya kita lepas, demikian maka demand-nya pada saat turun memang kemudian harganya akan jauh turun,” kata Hanif dalam konferensi pers di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan, Senin.
Dia menjelaskan, kenaikan harga telur justru menunjukkan permintaan mulai pulih. Menurutnya, kondisi tersebut masih menguntungkan karena harga tetap berada pada kisaran yang seimbang bagi produsen maupun konsumen.
“Dengan naiknya ini [harga telur ayam] sebenarnya kita juga Alhamdulillah karena masih dalam harga yang kemudian memang imbang antara biaya produksi dan konsumsi oleh masyarakat. Jadi saya rasa kenaikan hari ini ya kita maklumi sebagai suatu pergerakan demand dengan masuknya anak-anak sekolah, yang kemudian mau tidak mau, suka tidak suka, pengaruh dampak MBG ini demikian terasa,” ujarnya. Sementara itu, pedagang telur di Pasar Tebet Timur, Muhammad Syafrudin, membenarkan harga telur mulai mengalami kenaikan setelah sebelumnya sempat turun saat libur sekolah dan program MBG dihentikan sementara.
Dia menuturkan saat ini harga telur berada di kisaran Rp27.000-Rp28.000 per kilogram. Adapun sebelumnya harga sempat menyentuh level terendah sekitar Rp24.000 per kilogram. Meski harga naik, dia memastikan pasokan telur di pasar masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Di harga Rp27.000-Rp28.000 [per kilogram]. Kemarin di angka paling murah itu di angka Rp24.000 [per kilogram]. Sekarang udah mulai naik,” ujarnya.
Syafrudin menilai harga yang sempat murah terjadi ketika permintaan melemah selama masa libur sekolah dan pelaksanaan MBG berkurang. “Ya libur MBG. Maksudnya mungkin karena stok banyak kali ya, harga murah,” imbuhnya. bisn/mb06
