BANJARBARU – Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan dan Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Kalimantan Selatan (Badko HMI Kalsel) duduk bersama membahas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang akhir-akhir ini terjadi hingga membuat masyarakat panik dan resah.

“Kami memberikan pandangan mengenai pentingnya melihat persoalan secara menyeluruh agar langkah yang diambil tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menghasilkan penyelesaian yang berkelanjutan,” kata Kapolda di Banjarbaru, Selasa.

Kapolda menegaskan penyelesaian persoalan BBM subsidi harus diawali dengan memahami akar permasalahan yang sebenarnya. Dengan begitu, langkah dan kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Yudha juga memandang perlunya komunikasi dan koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan dengan seluruh pihak terkait agar solusi yang dihasilkan benar-benar komprehensif.

“Pertemuan seperti ini perlu dilakukan secara berkala dengan melibatkan seluruh pihak terkait, sehingga keputusan yang diambil benar-benar mampu menjawab persoalan distribusi dan kelangkaan BBM subsidi di Kalimantan Selatan,” ucap Kapolda.

Sementara Ketua Umum Badko HMI Kalsel, Abdi Aswadi menegaskan persoalan kelangkaan BBM subsidi sudah tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat dan sektor perekonomian.

Dia meminta Negara harus hadir memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, sekaligus menindak tegas setiap praktik yang merugikan hak masyarakat.

Abdi juga mendorong agar pembahasan tidak berhenti pada forum audiensi, melainkan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Pihaknya ingin persoalan ini dibedah sampai ke hulunya. Jika akar persoalannya ditemukan, maka solusi yang lahir tidak lagi bersifat tambal sulam.

“Mahasiswa siap mengawal dan memberikan masukan secara objektif demi kepentingan masyarakat,” tegasnya. an/ani