BANJARMASIN – Anggota Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga membidangi Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), HM Rosehan Noor Bachri mengharapkan listrik PLN tidak padam pada hari Jumat.
“Harapan saya itu sebenarnya menyampaikan harapan masyarakat yang mereka sampai saat aku melakukan silaturahmi ke sejumlah tempat,” ujar mantan Wakil Gubernur Kalsel tersebut ketika dikonfirmasi, Ahad.
Menurut Rosehan yang beberapa kali menjadi Anggota DPRD Kalsel, harapan atau permintaan warga masyarakat itu cukup beralasan, karena pada Jum’at merupakan hari peribadahan yaitu Shalat Jum’at.
“Sementara tidak semua masjid di Kalsel punya generator atau genset untuk listrik, apalagi di daerah pinggiran atau kampung-kampung. Kalau listrik PLN padam bisa mengganggu kekhusu’an melakukan ibadah Jum’at,” ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kota Banjarmasin itu.
Rosehan atau yang akrab dengan sapaan “Julak Rossi” (julak dari bahasa daerah Banjar, Kalsel yaitu panggilan terhadap orang yang dituakan) mengingatkan PLN agar jangan sampai menimbulkan kemarahan warga masyarakat.
Oleh sebab itu, bagaimana cara manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi atau UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) supaya listrik PLN jangan padam pada hari Jum’at, pungkas Rosehan NB.
Sementara General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi atau UID Kalselteng Iwan Soelistijono menyatakan, terhitung mulai 3 Juli 2026 tak lagi pemadaman bergilir, tapi dalam keadaan “siaga” terkecuali kalau ada hal-hal yang mendadak tak bisa dihindari.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi atau UID Kalselteng menyatakan siaga itu saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kalsel yang dipimpin Ketuanya Mustaqimah di Banjarmasin, 2 Juli 2026.
Pada RDP tersebut hadir Wakil Ketua DPRD Kalsel HM Alpiya Rakhman, serta dari Dinas ESDM, Ombudsman dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) provinsi setempat. ant
