Oleh: Fadhila Rohmah (Aktivis Muslimah)

Derita Gaza, Palestina hingga saat ini tidak kunjung usai. Penderitaan atas penjajahan yang dilakukan entitas Zionis Israel masih terus berlanjut, bahkan meskipun gelombang sorotan dunia terhadap Palestina sudah mulai menurun. Pendertitaan ini mengancam siapapun, tidak terkecuali anak-anak.

Dikutip dari BBC, psikoterapis anak dari Norwegia, Katrin Glatz Brubakk, menyebutkan tidak anak-anak yang tidak mengalami trauma di Gaza. Terdapat lebih dari satu juta anak-anak yang mengalami trauma parah. Banyak diantara mereka kehilangan kemampuan berbicara akibat serangan bertubi-tubi yang terus mereka rasakan bahkan di usia kecil mereka.

Di tengah derita penjajahan, yang sakit tidak hanya fisik namun juga kerusakan dang hancurnya mental. Derita sunyi yang dialami anak-anak Gaza ini jelas sekali akibat kejahatan keji entitas Zionis Yahudi yang terus menyerang, membunuh, dan menghancurkan Gaza dalam bentuk genosida yang terus berlanjut.

Kita juga tidak dapat memungkiri bahwa dunia belum benar-benar dapat membantu dengan membebaskan Palestina dari cengkeraman penjajahan Israel. Dunia memang terus membantu namun hingga saat ini masih terbatas pada bantuan kemanusiaan. Akan tetapi belum bisa membantu Palestina membebaskan wilayah mereka dari genosida dan penjajahan. Karena pada dasarnya senjata harus dilawan dengan senjata. Kekuatan negara harus dihadapi dengan kekuatan yang sama kuatnya yaitu negara.

Trauma anak-anak Gaza tidak cukup hanya membutuhkan terapi, namun membutuhkan negeri dan tanah mereka yang dibebaskan. Disinilah Islam mengusung sebuah solusi komprehensif bahwa Palestina tidak akan mampu bebas sepenuhnya tanpa adanya institusi sistem yang menjadikan wahyu sebagai orientasi bernegara. Institusi sistem ini dalam literasi Islam disebut sebagai Khilafah, yang akan menjadi perisai dan akan mengusung jihad fii sabiilillaah untuk membebaskan Gaza dan Palestina seutuhnya, agar benar-benar bisa lepas dari genosida dan penjajahan Zionis Yahudi di atas dunia ini.

Untuk mewujudkan adanya institusi tersebut, disamping bantuan kemanusiaan terus digelontorkan karena mereka juga membutuhkan bantuan-bantuan tersebut, tetapi umat Islam harus menyadari akan kebutuhan terhadap institusi sistem Isalm yang akan membebaskan Gaza secara menyeluruh. Dengan demikian, pendertitaan Gaza dan Palestina akan benar-benar terhapuskan dan tanah mereka bebas dari penjajahan Zionis Yahudi.

Wallaahu a’lam bush shawaab.