MARTAPURA – Wakil Bupati (Wabup) Banjar Habib Idrus Al Habsyi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjar meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada para korban kebakaran di Desa Pingaran Ilir Kecamatan Astambul, Rabu (1/7/).
Dalam kegiatan tersebut, Wabup Banjar menyerahkan bantuan secara simbolis didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Ikhwansyah, Ketua Baznas Nuryadi, Kalaksa BPBD Wasis Nugraha, Kepala Dinsos P3AP2KB Erny Wahdini, Kepala DPKP Agus Siswanto, serta Camat Astambul Refda Helmy Rakhman.
Habib Idrus menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga Desa Pingaran Ilir, dan berharap peristiwa serupa tidak lagi terjadi di Kabupaten Banjar.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan turut berduka cita atas musibah kebakaran ini. Semoga ke depan tidak ada lagi musibah kebakaran di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah bersama sejumlah pihak telah bergerak cepat sejak kejadian, dengan melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan kepada para korban.
Bantuan tersebut, di antaranya berasal dari Baznas Kabupaten Banjar sebesar Rp 3 juta untuk masing-masing rumah terdampak. Selain itu, dinas sosial dan BPBD juga menyalurkan bantuan, berupa sembako, perlengkapan kebutuhan dasar, serta bantuan uang tunai sebesar Rp 10 juta bagi setiap rumah yang mengalami rusak berat.
Menurutnya, berdasarkan hasil pendataan, terdapat enam rumah yang mengalami rusak berat akibat kebakaran. Pemkab Banjar saat ini tengah mengusulkan peningkatan nilai bantuan bagi korban rumah rusak berat dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta per rumah, sedangkan rumah dengan kategori rusak sedang diusulkan menerima bantuan sebesar Rp 10 juta, dan ringan Rp 5 juta.
“Masih dalam proses. Semoga bisa disetujui sehingga korban rumah rusak berat nantinya menerima bantuan Rp 20 juta per orang,” ucapnya.
Selain menyerahkan bantuan, Habib Idrus juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan kelalaian penggunaan instalasi listrik maupun peralatan rumah tangga.
“Masyarakat agar tidak menempatkan benda-benda yang mudah terbakar di dekat stopkontak, pastikan kompor dalam kondisi aman setelah digunakan, tidak meninggalkan lilin maupun obat nyamuk menyala saat rumah ditinggalkan, serta mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan,” ujarnya.
Sementara, Ketua Baznas Kabupaten Banjar Nuryadi menyebutkan, pihaknya telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 18 juta kepada enam rumah terdampak, dengan masing-masing menerima Rp 3 juta.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian baznas kepada masyarakat yang tertimpa musibah kebakaran, mengingat korban umumnya kehilangan seluruh harta bendanya dalam waktu singkat.
Nuryadi juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim kemarau yang rawan terjadi kebakaran. Ia menilai penggunaan lilin saat terjadi pemadaman listrik maupun kelalaian dalam penggunaan peralatan rumah tangga dapat menjadi pemicu kebakaran.
Terpisah, salah satu korban kebakaran Abdul Nasir mengatakan, bantuan yang diterima akan dimanfaatkan untuk membeli bahan bangunan guna membangun kembali rumahnya.
“Yang paling diperlukan sekarang bahan bangunan. Bantuan dari pemerintah ini akan kami gunakan untuk membeli bahan bangunan,” ujarnya.
Abdul Nasir mengaku tidak sempat menyelamatkan harta benda saat kebakaran terjadi. Seluruh isi rumah hangus terbakar, dan hanya pakaian yang melekat di badan yang berhasil diselamatkan. ril/dio
