BANJARBARU – Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak melalui peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), guna mempercepat penurunan stunting dan memperkokoh ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala BKKBN Kalsel Lisna Prihantini mengatakan, tema harganas tahun ini; Ayah Wajib Hadir, yaitu menegaskan pentingnya kehadiran ayah tidak hanya secara fisik, tetapi juga emosional dan psikologis melalui komunikasi, perhatian, serta pendampingan dalam setiap tahap tumbuh kembang anak.

“Keterlibatan ayah bersama ibu menjadi fondasi membangun keluarga berkualitas. Kehadiran ayah diwujudkan melalui kesediaan meluangkan waktu, berkomunikasi, dan mendampingi anak. Bahkan 15 menit waktu berkualitas setiap hari dinilai memberikan dampak besar terhadap perkembangan anak,” ujarnya, Senin (29/6).

Ia menyebutkan, penguatan peran ayah merupakan bagian dari strategi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, untuk mewujudkan keluarga berkualitas sebagai fondasi melahirkan generasi sehat, produktif, dan bebas stunting.

Pada peringatan tersebut, Perwakilan BKKBN Kalsel bersama Pemprov Kalsel juga menyerahkan bantuan kepada keluarga berisiko stunting berupa jamban sehat dan bantuan nutrisi sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus mempercepat penurunan prevalensi stunting.

Lisna mengungkapkan, prevalensi stunting secara nasional, termasuk di Kalimantan Selatan, menunjukan trend penurunan.

Meski begitu, masih terdapat sejumlah daerah yang memerlukan perhatian karena capaian penurunannya cenderung stagnan, sehingga membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan.

“Kami optimistis sinergi seluruh pemangku kepentingan mampu mempercepat penurunan stunting, sehingga kualitas keluarga dan generasi penerus di Banua terus meningkat,” katanya.

Sementara, Sekretaris Daerah Kalsel Muhammad Syarifuddin menambahkan, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak, sehingga keterlibatan kedua orangtua terutama ayah, menjadi faktor penting dalam membentuk karakter sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Menurutnya, orangtua harus memberikan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan terbaik kepada anak dengan menghadirkan sosok ayah yang aktif, dekat, dan terlibat dalam kehidupan sehari-hari mereka.

“Kami berharap harganas menjadi momentum memperkuat komunikasi keluarga, sehingga anak terhindar dari berbagai perilaku yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan,” pungkasnya. ant