BANJARBARU – Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby meresmikan Pawai 1 Muharam 1448 H.
Acara yang dipusatkan di Pesantren Miftahul Khairiyah Kecamatan Cempaka, Selasa (16/6) pagi, dihadiri alim ulama, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Dengan mengusung tema Hijrah dari Ketergantungan Gadget, Menuju Pribadi yang Berilmu dan Berakhlak di Lingkungan Banjarbaru Emas, peringatan Tahun Baru Islam kali ini membawa pesan kuat, tentang pentingnya membangun keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pembentukan karakter generasi muda.
Dalam sambutannya, Walikota Banjarbaru Lisa Halaby menegaskan, peringatan 1 Muharam harus dimaknai sebagai momentum introspeksi dan perubahan diri. Menurutnya, tantangan terbesar generasi saat ini bukan hanya persaingan global, melainkan juga derasnya arus digital yang berpotensi mengikis nilai-nilai moral apabila tidak disikapi secara bijak.
“Hijrah hari ini bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi bagaimana kita berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kebiasaan yang lebih bermanfaat. Dari penggunaan teknologi yang tidak produktif menuju pemanfaatan teknologi untuk menambah ilmu dan memperkuat keimanan,” ujar Lisa.
Ia juga menekankan, Kecamatan Cempaka memiliki peran penting dalam menjaga identitas religius Kota Banjarbaru.
Dengan sejarah panjang dan budaya yang kuat, Cempaka diharapkan terus menjadi pusat pembinaan akhlak dan pengembangan syiar Islam di tengah masyarakat.
Menurut Lisa, kemajuan teknologi tidak boleh dipandang sebagai ancaman. Sebaliknya, teknologi harus dijadikan sarana untuk memperluas wawasan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat dakwah, serta membangun generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati dirinya.
“Generasi muda kita harus mampu menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah. Mereka harus siap menghadapi era digital, tetapi tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai kompas dalam setiap langkah kehidupan,” ucapnya.
Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, Pemerintah Kota Banjarbaru mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta bersama-sama membangun lingkungan yang mendukung lahirnya generasi unggul menuju Banjarbaru Emas.
Pawai Muharam di Pesantren Miftahul Khairiyah pun menjadi bukti bahwa semangat syiar Islam terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan iman, ilmu pengetahuan, dan akhlak mulia generasinya. ril/dio
