BANJARBARU – Walikota Banjarbaru Erna Lisa Halaby mengajak masyarakat mengubah sampah menjadi berkah melalui pengelolaan yang bernilai ekonomis dan lebih bermanfaat bagi sesama.
“Kelurahan Syamsudin Noor sungguh luar biasa karena mampu menginisiasi pemilahan sampah bernilai ekonomis,” ujar Lisa pada peringatan satu tahun Markissa di Gedung Serba Guna RW 007 Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Selasa.
Diketahui, warga Kelurahan Syamsudin Noor melalui Program Mari Kita Sedekah Sampah (Markissa) mengubah sampah bernilai ekonomis dan hasil penjualannya dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Lisa mengharapkan, program yang tumbuh dan telah berjalan selama satu tahun di Kelurahan Syamsudin Noor itu dapat ditiru dan berkembang di kelurahan lainnya sehingga sampah membawa berkah bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi keberhasilan warga yang mampu menghadirkan solusi lingkungan sekaligus berhasil membangun kepedulian sosial melalui pengelolaan sampah yang berbasis partisipasi masyarakat,” ucapnya.
Dijelaskan walikota perempuan pertama di Banjarbaru itu, pemilahan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Keberhasilan program bukan semata soal pengelolaan sampah, melainkan wujud kepedulian sosial yang lahir dari kebiasaan sederhana warga memilah dan menyedekahkan sampah bernilai ekonomis,” ungkapnya..
Ketua RT 33 Kelurahan Syamsudin Noor sekaligus penggagas Markissa Yoni Setiawan mengatakan program itu lahir dari keinginan mengatasi persoalan sampah dan menciptakan manfaat ekonomi bagi lingkungan.
Disebutkan, volume sampah awalnya terkumpul 190 kilogram per bulan tetapi berkat konsistensi warga dan dukungan berbagai pihak, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengelolaan sampah terus berkembang.
“Satu tahun program berjalan, dana yang telah berhasil dihimpun dari pengelolaan sampah sudah mencapai sekitar Rp8 juta. Hasilnya langsung kami salurkan kepada warga yang membutuhkan,” tutur Yoni.
Dikatakan, sedikitnya 50 warga telah menerima manfaat dari program dan saat peringatan satu tahun Markissa juga diserahkan bantuan berupa gas elpiji isi ulang 3 kilogram kepada 40 penerima manfaat.
Selain mengelola sampah nonorganik, warga mengembangkan pengolahan sampah organik melalui program Sumur KompoSTER SANiTasi (Suster Santi) sejak 25 Maret 2026 mengolah sampah rumah tangga jadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali. ant
