BANJARBARU – Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Syamsuri mendorong Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting memperkuat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Menurut Syamsuri di Banjarbaru, Senin, SE yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik memiliki peran sangat strategis memetakan potensi dan kondisi pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Banjarbaru, termasuk 24.472 UMKM yang tercatat aktif.
“Data sensus menjadi fondasi dalam menyusun program pembinaan, stimulus, dan pemberdayaan UMKM agar lebih tepat sasaran, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja, investasi, dan meningkatkan daya saing daerah,” ucapnya.
Disebutkan Syamsuri, data ekonomi yang akurat dan komprehensif akan membantu pemerintah merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif serta sesuai kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
Ia menambahkan, hasil sensus juga diharapkan menjadi akselerator dalam upaya mewujudkan visi pembangunan jangka panjang Kota Banjarbaru yakni Banjarbaru Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera (Emas)
“Melalui data yang lengkap dan akurat, pemkot memastikan setiap elemen masyarakat memiliki kesempatan sama berkembang, berwirausaha, dan menikmati hasil pembangunan secara adil dan merata,” tuturnya.
Syamsuri juga berharap, seluruh petugas sensus menjalankan tugas penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi sehingga data benar-benar valid dan dapat dijadikan acuan penataan ekonomi daerah, khususnya UMKM.
“Seluruh petugas lapangan agar menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan sikap ramah dalam menjalankan tugas sebagai pejuang data demi mendukung kemajuan Kota Banjarbaru,” pesannya.
Sementara itu, BPS Kota Banjarbaru menerjunkan sebanyak 240 petugas mendukung pelaksanaan SE2026 yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 cakupan pendataan di seluruh wilayah Kota Idaman. Ant
