Oleh: Putu Indah Savitri
Dalam balutan pakaian adat Palembang bernuansa biru, Suyanto yang merupakan perwakilan dari Kelompok Sumpal Palawija Makmur dengan bangga membagikan keberhasilannya dalam mengembangkan usaha pertanian semangka bersama MedcoEnergi.
Pada 2025, kelompok tani yang berlokasi di Desa Tampang Baru, Sumatera Selatan, berhasil memasarkan 23 ton semangka ke luar daerah dengan pendapatan yang tercatat sekitar Rp90 juta rupiah. Angka produksi semangka Kelompok Sumpal Palawija Makmur mengalami lonjakan dari yang semula di kisaran 16 ton pada 2024.
Keberhasilan tersebut tidaklah datang dari udara kosong. Kehadiran MedcoEnergi turut berkontribusi dalam meningkatkan angka produksi tersebut melalui program Local Business Development (LBD) PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) melalui anak usahanya, Medco E&P Grissik Ltd.
Yanto menuturkan bahwa dirinya memperoleh pelatihan untuk mengolah lahan, membuat pupuk organik untuk media semai, hingga memperoleh bantuan berupa benih, pupuk, dan akses pasar. Ia pertama kali mengikuti program LBD oleh MedcoEnergi pada 2023.
Ia mengungkapkan minat awalnya untuk bergabung dengan LBD disebabkan oleh perangkat desa yang menawari Yanto untuk ikut pelatihan pembuatan pupuk organik. Saat itu, Yanto berpikir bisa menghemat biaya bertani bila bisa membuat pupuknya sendiri.
Kini, setelah mengikuti pendampingan dan pelatihan dalam pembuatan pupuk organik untuk media semai, Yanto berhasil mencapai daya tumbuh semangka hingga 80–90 persen.
Uniknya, tak hanya angka produksi semangka yang berhasil ditingkatkan oleh program LBD MedcoEnergi. Kepercayaan diri para petani di sekitar Yanto untuk mengembangkan bisnis di bidang pangan pun turut meningkat.
“Yang pasti, setelah bergabung LBD, rasa percaya diri meningkat,” ucap Yanto.
Ia mengakui bahwa petani sering dilihat dengan sebelah mata. Petani, tutur dia, dianggap sebagai pekerjaan yang kotor dengan penghasilan yang tidak seberapa. Terlebih, Yanto sempat terpuruk karena hasil panennya yang belum optimal dan keterbatasan akses pasar.
Akan tetapi, setelah memperoleh pendampingan dari MedcoEnergi dan berhasil mengelola pertanian semangka, penghasilannya pun turut meningkat.
Yanto menyatakan rasa kepercayaan diri untuk berbisnis pun bangkit. Perasaan itu menular kepada orang-orang di sekitarnya.
Menggerakkan roda ekonomi
“Mereka itu dulunya tuh, nengok gitu. Terus mereka ngomong minta dididik,” demikian Yanto menyampaikan minat masyarakat di sekitarnya yang mulai tumbuh setelah melihat kesuksesannya dalam berbisnis semangka.
Yanto pun merespons permintaan tersebut dengan merangkul orang-orang di sekitarnya dan membagikan ilmu yang telah ia terima dari program LBD MedcoEnergi. Tentunya masih dengan pendampingan dari MedcoEnergi.
Upaya tersebut pun berbuah manis. Penuh dengan rasa syukur, ia mengungkapkan keberhasilan dalam membimbing masyarakat di sekitarnya. Tak hanya bisa mengelola lahan sendiri, salah satu bimbingannya bahkan berhasil panen cabai yang menghasilkan buah hingga di atas 1 ton.
Keberhasilan Yanto membagikan ilmunya bersama MedcoEnergi menunjukkan efek berganda atau multiplier effect dari program LBD. Manfaat ekonomi tak hanya dirasakan oleh Kelompok Sumpal Palawija Makmur, tetapi juga kepada masyarakat di sekitarnya.
Lebih jauh, masing-masing penerima manfaat yang telah mencicipi manis keberhasilan pendampingan MedcoEnergi juga tergerak untuk membagikan ilmunya kepada rekan-rekan di sekitarnya.
Menyadari pentingnya MedcoEnergi menyasar potensi daerah dan masyarakat dengan tepat sasaran, Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset Sudewo menekankan pentingnya kolaborasi antara MedcoEnergi bersama pemerintah daerah, institusi di sekitar wilayah operasi, serta masyarakat.
Ia pun bisa bertemu dengan Yanto berkat sosialisasi program LBD oleh perangkat desa. Dengan demikian, bagi Sudewo, kehadiran pemerintah daerah hingga di tingkat akar rumput amatlah penting untuk memastikan program LBD MedcoEnergi dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak mengambil alih peran pemerintah daerah, tapi program menjadi satu sinergi yang kuat,” tutur Sudewo.
Dalam kesempatan tersebut, Sudewo sekaligus menyampaikan bahwa saat ini yang menjadi fokus dari MedcoEnergi adalah menggerakkan ekonomi masyarakat, sebab memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu proyek penggerak ekonomi yang digencarkan oleh MedcoEnergi adalah proyek ketahanan pangan.
Mewujudkan ketahanan pangan
Selaras dengan program pemerintah, MedcoEnergi turut berupaya untuk mewujudkan ketahanan pangan. Pengembangan komoditas pangan seperti semangka, cabai, dan lain-lain menjadi salah satu langkah penting bagi MedcoEnergi untuk memastikan kebutuhan makanan masyarakat dapat terpenuhi secara mandiri.
Tak hanya buah-buahan, MedcoEnergi juga turut mendampingi kelompok masyarakat yang mengembangkan bisnis sayuran, perikanan, dan lain-lain.
Pembeli produk pangan yang merupakan hasil dari pendampingan MedcoEnergi pun beragam. Ada yang disalurkan ke pasar, diserap oleh perusahaan, maupun dikonsumsi secara mandiri oleh masyarakat.
Bahkan, terdapat binaan MedcoEnergi yang turut mengambil bagian sebagai pemasok pangan untuk program strategis Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudewo mengungkapkan bahwa salah satu binaan MedcoEnergi yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, merupakan pemasok lele untuk dapur MBG meskipun masih terbatas.
Lele yang dipasok untuk dapur MBG menyesuaikan dengan produktivitas dari masyarakat binaan MedcoEnergi. Lebih jauh, Sudewo pun mengungkapkan tengah menjajaki peluang baru bagi masyarakat binaannya untuk menjadi pemasok MBG.
Langkah tersebut juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi bersama instansi di sekitar wilayah operasi MedcoEnergi guna menggerakkan ekonomi masyarakat.
Baik Yanto maupun Sudewo berharap agar program LBD tetap berlangsung dan menjangkau penerima manfaat yang lebih luas.
Sudewo menegaskan komitmen MedcoEnergi untuk terus menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola usaha mandiri dan berkelanjutan. ant

