
BANJARBARU – Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Idaman meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni saat mengikuti Shalat Idul Adha 1447 H di Lapangan Dr Murjani Banjarbaru, Rabu (27/5).
Dalam sambutan tertulis tersebut, Walikota Banjarbaru Erna Lisa Halaby mengajak seluruh jemaah untuk memetik esensi terdalam dari Hari Raya Kurban.
“Mari kita teladani keikhlasan dan keteladanan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, bahwa selalu ada hikmah, pelajaran, dan keberkahan atas setiap ketaatan terhadap perintah Allah SWT,” ujarnya.
Selain itu, Pemko Banjarbaru juga mengajak masyarakat mengirimkan doa bagi para jemaah haji yang berada di Tanah Suci.
“Mari kita doakan pula saudara-saudara kita yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah, semoga senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta mendapatkan haji yang mabrur,” ucapnya.
Di akhir sambutan, walikota menekankan pentingnya solidaritas sosial dengan mengajak masyarakat meningkatkan empati untuk saling berbagi dan mempererat ukhuwah islamiyah.
Usai pelaksanaan shalat, Walikota Lisa memberikan pernyataan langsung kepada media mengenai makna kepemimpinan yang terkandung dalam momen idul adha.
Menurutnya, setiap individu memiliki tanggung jawab kepemimpinan yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.
“Idul adha mengajarkan bahwa setiap kita adalah pemimpin, minimal pemimpin dalam rumah tangga yang bisa membawa keluarga ke arah kebaikan dan melindungi dengan rasa aman,” ujarnya.
Sejalan dengan filosofi tersebut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam memberikan perlindungan dan meningkatkan taraf hidup warga.
“Pemerintah Kota Banjarbaru akan berupaya semaksimal mungkin menciptakan rasa aman tersebut kepada masyarakatnya, dan juga terus berupaya selalu meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya.
Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Lapangan Murdjani ini di imami Ustadz Abdullah, dan Ustadz Drs Aunur Rafiq MSi sebagai Khotib. ril/dio

