
JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI akan melakukan pengawasan langsung terhadap kualitas layanan jamaah haji di Tanah Suci, mulai dari kapasitas kamar hotel, katering, hingga antisipasi jamaah nonprosedural.
Hal tersebut disampaikan Cucun usai melepas keberangkatan jamaah haji Kloter KJT-24 di Bandara Kertajati, Majalengka, Minggu (10/5), seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Ia mengatakan dari pantauan dan evaluasi awal yang dilakukan Tim Pengawas Haji DPR, ada sejumlah catatan yang perlu dievaluasi. Salah satunya terkait pemondokan.
“Bagaimana misalkan penempatan di kamar-kamar hotel yang kita sepakati empat orang, kenapa bisa terjadi misalkan ini lebih dari empat orang? Nah, ini kita akan melihat nanti,” tegas Cucun.
Menurutnya, penempatan jamaah melebihi kapasitas hanya dapat ditoleransi apabila kondisi kamar memang luas dan layak. Namun, ia mengingatkan agar jamaah tidak dipaksakan tinggal di kamar sempit dengan jumlah penghuni berlebih.
“Kalau emang kamarnya luas, kamarnya luas dan layak, ya kalau misalkan jumlahnya hanya satu-dua kamar kan tidak masalah. Tetapi kalau misalkan ini dipaksakan kamarnya sempit kemudian juga ditumpuk orang lebih dari empat kan gak bagus,” lanjutnya.
Selain akomodasi, Timwas DPR RI juga menyoroti layanan katering jamaah yang masih menuai keluhan. Cucun menyebut laporan yang diterima lebih banyak terkait kejenuhan menu makanan selama berada di Tanah Suci.
“Ada laporan-laporan bahwa kejenuhan menu mungkin ya, bukan kualitas belum kita lihat. Kejenuhan menu, hanya mungkin menunya harus ada sedikit variatif,” katanya.
Evaluasi tersebut, lanjutnya, akan dibahas bersama seluruh pemangku kepentingan penyelenggara ibadah haji, baik Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi maupun di Tanah Air.
Tak hanya layanan jamaah, Cucun juga menyoroti penanganan jamaah nonprosedural yang menurutnya kini jauh lebih ketat melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
“Sekarang ini, kemarin kita ketemu dengan Pak Menteri Imipas, tidak ada lagi sekarang bisa lolos orang yang tidak punya visa haji mau ke Saudi bisa berangkat. Semua pasti akan terseleksi, ter-screening,” tegasnya.
Pada bagian lain, Cucun Ahmad Syamsurijal mengapresiasi pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji 2026/1447 Hijriah yang dinilai berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, saya dengan Dirjen Bina PHU, Pak Puji, dan seluruh dari Kementerian Haji dan Kanwil Jawa Barat juga bisa melepas Kloter KJT-24. Dari kloter KJT-24 ini sejumlah 441, dan masih tertunda dulu berangkatnya. Tertunda ya, tertunda empat (orang) karena pertimbangan dari kesehatannya,” ujar Cucun, usai melepas jemaah calon haji Kloter KJT-24.
Ia menjelaskan, empat calon jamaah tersebut ditunda keberangkatannya karena kondisi kesehatan pascaoperasi dan akan diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan layak.
Menurut Politisi Fraksi PKB ini, sejumlah persoalan yang sempat menjadi catatan pada musim haji tahun lalu kini mulai berhasil diantisipasi pemerintah, khususnya terkait dokumen Nusuk yang menjadi syarat utama jamaah memasuki wilayah tertentu di Arab Saudi.
“Sekarang ini kalau Nusuk belum dipegang aja, Kementerian Haji belum berani memberangkatkan. Jadi di sana sudah tidak ada lagi terkendala,” katanya.
Cucun menilai koordinasi antara Kementerian Haji dan Umrah, DPR RI, serta seluruh penyelenggara haji berjalan cukup baik. Berbagai rekomendasi hasil rapat Panitia Kerja (Panja) DPR RI juga mulai diterapkan pada musim haji tahun ini.
Selain itu, ia turut mengapresiasi perbaikan pelayanan di Bandara Kertajati yang tahun lalu sempat menuai keluhan terkait proses keberangkatan jamaah.
“Nah, ini semua diantisipasi akhirnya para petugas bandara, kemudian juga petugas haji yang ada dari kantor Kementerian Haji yang di kabupaten, kantor Kementerian Haji di provinsi sudah bekerja semua dan sudah enggak ditemukan lagi. Sekarang lancar, turun bus naik ke atas sudah lancar semua, jemaah tidak lelah semuanya,” jelasnya.
Ia berharap perbaikan pelayanan tersebut dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai dilaksanakan. web

