
MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar mengikuti Wawancara Pendampingan Smart City untuk penyelesaian permasalahan tematik wilayah metropolitan Banjarbakula, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Senin (4/5).
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting dan di ikuti jajaran Pemkab Banjar secara bersama-sama dari Aula Barakat Martapura.
Kehadiran sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menunjukan komitmen daerah dalam mendukung percepatan implementasi konsep kota cerdas di kawasan Banjarbakula.
Jalannya wawancara di lingkup Pemkab Banjar dipimpin Asisten I Pemerintahan dan Kesra Rakhmat Dhany, yang bertindak sebagai koordinator diskusi bersama perangkat daerah, didampingi Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Faisal yang turut mengoordinasikan substansi teknis serta penyampaian data dari masing-masing OPD.
Pada kesempatan itu, Rakhmat Dhany menyampaikan komitmen Pemkab Banjar dalam mendukung penuh pelaksanaan pendampingan Smart City.
“Bupati Banjar siap mendukung melalui perangkat daerah dan stakeholder terkait lainnya untuk pelaksanaan wawancara pendampingan Smart City secara tematik, dengan dimensi Smart Environment dan Smart Living, dengan semua OPD hadir di aula ini untuk mengikuti kegiatan,” katanya.
Ia menyebutkan, kegiatan ini bertujuan menggali informasi mendalam dari pemerintah daerah terkait isu-isu strategis, sekaligus memverifikasi data yang telah dihimpun melalui kertas kerja sebelumnya.
“Mereka menyampaikan berbagai permasalahan lintas sektor yang dihadapi, mulai dari pengelolaan lingkungan, layanan dasar masyarakat, hingga tantangan urbanisasi di wilayah metropolitan,” ucapnya.
Diketahui, Direktorat Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah melalui kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam kawasan Banjarbakula, yang meliputi Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut. Pendekatan ini dinilai krusial untuk menghasilkan solusi digital yang terintegrasi dan aplikatif.
Selain sesi wawancara, kegiatan juga di isi dengan diskusi dan tanya jawab bersama narasumber, guna memperdalam pemetaan masalah serta potensi solusi berbasis teknologi.
Hasil dari kegiatan ini nantinya akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan, serta kajian solusi digital yang mendukung pembangunan kawasan metropolitan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Dengan keikutsertaan aktif dalam kegiatan ini, Pemkab Banjar diharapkan mampu memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data, serta mendorong transformasi digital yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. ril/dio

