Mata Banua Online
Kamis, April 30, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemerintah Diminta Perjelas Aturan Tarif Pesawat

by Mata Banua
29 April 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
HARGA TIKET PESAWAT MAHAL – Pasca naiknya harga bahan bakar pesawat, avtur berdampak besar terhadap harga tiket pesawat terbang, baik domestik maupun Internasional. Selain harganya selangit, saat ini masing-masing maskapai sangat liar dalam menaikan harga tiket, bahkan ada yang tidak wajar. Selayaknya pemerintah harus tegas mengatur batas atas kenaikan harga tiket pasca melonjaknya harga avtur. Sejumlah penumpang pesawat ketika di bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin.(foto;mb/ant)

JAKARTA – Kenaikan biaya operasional mas­kapai mendorong perlunya kepastian pe­ng­aturan tarif tiket pesawat agar tetap ter­ke­n­dali. Kejelasan batas atas dan bawah di­nilai penting untuk menjaga keseimbangn an­tara keberlanjutan industri dan per­lin­du­ng­an konsumen.

Anggota Komisi VII DPR Bambang Haryo Soekartono menilai pemerintah perlu se­gera menetapkan regulasi tarif yang adap­tif terhadap dinamika biaya, termasuk ke­na­ikan harga avtur.

Berita Lainnya

PIHPS Mencatat Harga Telur Ayam Ras Masih Mahal

PIHPS Mencatat Harga Telur Ayam Ras Masih Mahal

29 April 2026
Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

Harga Plastik Kian Menekan UMKM

29 April 2026

Menurut Bambang, dengan adanya in­sen­tif seperti PPN dan pembebasan bea ma­suk suku cadang, kenaikan tarif semestinya da­pat ditekan dalam batas wajar. “Kalau itu kita kalkulasikan, maka kenaikan tarif pe­sa­wat itu tidak akan terlalu besar, yaitu han­ya sekitar satu-dua persen saja. Ini kalau mau adil ya,” kata Bambang di Jakarta.

Ia menilai, kepastian tarif akan mem­be­rikan arah yang jelas bagi pelaku industri se­kaligus menjaga daya beli masyarakat. Tan­pa pengaturan yang tegas, potensi lon­jakan harga yang tidak seragam dapat terjadi di berbagai rute penerbangan.

“Sekarang ini kita juga belum tahu pe­me­rintah mengeluarkan batas atasnya itu be­rapa. Jadi seakan-akan tidak jelas. Ini ti­dak benar,” ujarnya.

Bambang menambahkan, sektor pa­ri­wisata sangat bergantung pada ke­ter­ja­ng­kauan transportasi udara. Karena itu, sta­bi­litas tarif menjadi faktor penting untuk men­jaga pergerakan wisatawan dan aktivitas eko­nomi daerah.

“Pariwisata itu bisa berjalan dengan ba­gus, jika transportasinya enar-benar di­ken­dalikan dengan baik,” kata Bambang.

Ia juga mendorong penyusunan kebijakan tarif dilakukan secara kom­pre­hensif dengan melibatkan pemangku ke­pentingan, termasuk lembaga perlindungan kon­sumen, agar menghasilkan skema yang trans­paran dan akuntabel.

Di sisi lain, Bambang mengapresiasi ke­bijakan pemerintah yang menjaga harga BBM subsidi tetap stabil, sehingga mem­bantu menahan tekanan biaya transportasi.

Penguatan regulasi tarif diharapkan da­pat menciptakan kepastian usaha bagi mas­kapai, menjaga keterjangkauan bagi mas­ya­rakat, serta mendukung pemulihan sektor p­a­riwisata secara berkelanjutan. rep/mb06

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper