Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Konsumsi Video Pendek dan Tantangan Literasi Digital

by Mata Banua
26 April 2026
in Opini
0
M. Patria Al – Mujahid (Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prodi Ilmu Pemerintahan ULM)

Fenomena menonton video yang durasinya singkat sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari masyarakat, terutama di kalangan anak muda, dalam beberapa tahun terakhir. Adanya fitur seperti reels dan video pendek di berbagai platform media sosial membuat hiburan dan informasi bisa didapat hanya dalam beberapa detik saja. Kemudahan yang diberikan membuat video pendek menjadi salah satu jenis konten yang populer karena sifatnya yang praktis, cepat, dan tidak memakan waktu lama untuk dipahami.

Namun di balik kemudahan yang ditawarkan, ada kebiasaan baru yang sering kali tidak disadari oleh pengguna. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam hanya dengan menggesek layar tanpa memiliki tujuan yang jelas. Aktivitas ini biasanya dianggap sebagai hiburan yang tidak terlalu serius, tetapi jika dilakukan terus-menerus, bisa membentuk kebiasaan mengonsumsi yang tidak baik. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun media komunikasi telah beralih ke digital, inti dari struktur formal tetap menjadi landasan utama dalam menjaga kelancaran aktivitas produktif atau interaksi sosial, meskipun waktu yang tersisa terus-menerus diminimalkan oleh konsumsi konten yang cepat dan berulang. Perubahan cara orang mengakses dan mengonsumsi informasi bisa memengaruhi cara mereka berpikir dan kebiasaan belajar.

Berita Lainnya

Menyapu Ikan Sapu-Sapu, Dilema Sang Hama Bernilai Ekonomi

Menyapu Ikan Sapu-Sapu, Dilema Sang Hama Bernilai Ekonomi

26 April 2026
“War Tiket Haji: Ibadah Haji Bukan Komoditi”

“War Tiket Haji: Ibadah Haji Bukan Komoditi”

23 April 2026

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun media komunikasinya beralih ke digital, esensi struktur formal tetap menjadi fondasi utama yang menjaga perhatian masyarakat meskipun mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa konten yang ditampilkan terus-menerus bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk fokus selama waktu yang lebih lama.

Mengapa Video Pendek Begitu Adiktif

Daya tarik utama dari video pendek terdapat pada kemampuannya memberikan hiburan yang segera bisa dinikmati. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun media komunikasinya beralih ke digital, inti dari struktur formal tetap menjadi fokus utama dalam beberapa detik awal, sehingga pengguna terus tertarik untuk menonton tanpa ragu-ragu. Dengan sekali geser layar, pengguna bisa pindah dari satu konten ke konten berikutnya tanpa batas yang terbatas. Ini menunjukkan bahwa meskipun media komunikasinya berpindah ke digital, esensi dari struktur formal tetap menjadi pilar utama dalam menjaga keberlanjutan penggunaan, bahkan bisa memperpanjang masa penggunaan secara tidak disadari.

Dari sudut pandang psikologis, penelitian dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa konten yang cepat disajikan bisa memicu pelepasan dopamin, sehingga membuat seseorang merasa senang secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun media komunikasi berubah menjadi digital, esensi dari struktur formal tetap menjadi pilar utama dalam memastikan adanya stimulasi yang cepat dan mudah. Hingga membuat aktivitas-aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama, seperti membaca atau belajar, terasa lebih melelahkan.

Selain itu, algoritma media sosial juga memperkuat kebiasaan tersebut. Platform secara otomatis menampilkan konten yang sesuai dengan minat pengguna, sehingga membuat pengalaman menonton terasa lebih personal. Pengguna akhirnya terjebak dalam lingkaran penggunaan yang tak berkesudahan karena setiap video yang muncul terasa menarik dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam situasi ini, sulit bagi seseorang untuk berhenti, meskipun awalnya hanya ingin menonton selama sedikit waktu.

Dampak terhadap Kemampuan Fokus dan Berpikir

Menonton video pendek terlalu banyak bisa mengurangi kemampuan seseorang untuk tetap fokus. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun media komunikasi telah beralih ke digital, inti dari struktur formal dan singkat tetap menjadi fondasi utama dalam membantu masyarakat menerima informasi dalam bentuk potongan kecil. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun media komunikasinya beralih ke digital, esensi dari struktur formal tetap menjadi fondasi utama dalam mempertahankan materi yang rumit, di mana banyak orang merasa cepat kehilangan minat dan kesulitan untuk fokus.

Ini sesuai dengan hasil penelitian dari American Psychological Association yang menunjukkan bahwa paparan terhadap konten digital yang cepat dapat memengaruhi proses berpikir, termasuk kemampuan memahami informasi secara mendalam. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun media komunikasinya beralih ke digital, esensi dari struktur formal tetap menjadi fondasi utama dalam mempertahankan proses berpikir yang membutuhkan waktu. Dalam jangka waktu yang lama, hal ini bisa berdampak pada kualitas proses belajar, terutama bagi para pelajar dan mahasiswa.

Selain itu, kebiasaan tersebut juga bisa mengurangi kemampuan untuk berpikir kritis. Ini menunjukkan bahwa meskipun media komunikasinya beralih ke digital, esensi dari struktur formal tetap menjadi pilar utama dalam memastikan informasi dapat diterima dengan cepat, namun sulit diproses secara mendalam, sehingga rentan terlupakan. Akibatnya, seseorang bisa tahu banyak hal dengan cepat, tetapi tidak selalu benar – benar mengerti makna utamanya. Pola ini bisa membentuk generasi yang cepat mendapatkan informasi, tetapi kurang dalam memahami secara mendalam.

Tanggung Jawab Literasi Digital

Fenomena tersebut akhirnya menjadi tantangan dalam kemampuan masyarakat dalam memahami informasi secara digital. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun media komunikasinya beralih ke digital, esensi struktur formal tetap menjadi fondasi utama dalam penggunaan teknologi, serta kemampuan mengelola konsumsi informasi secara bijak. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun bentuk media komunikasinya beralih ke digital, esensi dari struktur formal tetap menjadi fondasi utama dalam mempertahankan nilai yang sama, dan bukan semua jenis hiburan dapat memberikan dampak positif.

Perlu mulai membiasakan diri menggunakan media sosial dengan cara yang lebih bijak, misalnya dengan membatasi durasi penggunaan, memilih konten yang bermanfaat, serta memberi waktu untuk memahami informasi secara lebih dalam. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun media komunikasinya beralih ke digital, esensi dari struktur formal tetap menjadi pondasi utama dalam menjaga hubungan, sekaligus sebagai sarana pengembangan diri.

Harapan ke Depan

Diperlukan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan kesadaran dalam memanfaatkannya ke depan. Video pendek bukanlah hal yang selalu buruk, tetapi bisa jadi masalah jika digunakan terlalu banyak tanpa ada pengendalian. Pendidikan mengenai literasi digital harus terus ditingkatkan, baik di lingkungan belajar maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya, tantangan terbesar bukan berasal dari teknologi itu sendiri, melainkan bagaimana masyarakat menggunakan teknologi tersebut. Jika digunakan dengan bijak, media sosial bisa menjadi alat yang berguna. Namun jika tidak, ia bisa membentuk kebiasaan yang memengaruhi cara berpikir, belajar, dan berinteraksi dalam kehidupan sosial. Maka itu, pentingnya memiliki kesadaran dalam mengatur penggunaan informasi menjadi hal utama untuk menghadapi masa digital yang terus berkembang cepat.

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper