
KOTABARU – Momentum peringatan Hari Kartini ke-147 pada 21 April 2026, dimaknai dengan aksi nyata oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotabaru. Dengan mengenakan kebaya, para perempuan DLH turun langsung ke jalan membersihkan sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini menjadi inspirasi bahwa peran perempuan tidak pernah lekang oleh zaman.
Tak sekadar seremoni, peringatan ini menjadi refleksi atas kontribusi perempuan dalam berbagai bidang, termasuk menjaga kebersihan lingkungan.
Meski di bawah terik matahari, para petugas perempuan tetap bersemangat melakukan aksi bersih-bersih. Kepala DLH Kotabaru, Melinda Ratna Agustina, mengatakan penggunaan kebaya dalam kegiatan tersebut sebagai simbol karakter perempuan Indonesia.
“Kita ingin menampilkan ciri khas budaya wanita Indonesia. Bahwa perempuan itu santun, tetapi tetap pekerja keras,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan bagian dari program resmi, melainkan bentuk spontanitas dalam memaknai Hari Kartini.
Melinda juga menyebut, peran perempuan dalam pengelolaan sampah sangat dominan, bahkan mencapai sekitar 80 persen. Hal itu terlihat mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga hingga aktivitas di TPS, TPST, dan TPS3R yang sebagian besar dilakukan oleh perempuan.
“Ini sangat sinkron dengan semangat Hari Kartini. Perempuan Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan,” tambahnya.
Menurutnya, jika dahulu Kartini memperjuangkan hak pendidikan dan kebebasan berpikir, kini perempuan Indonesia melanjutkannya melalui aksi nyata menjaga bumi.
Ia pun menegaskan, bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi kenyamanan masyarakat.
Ketulusan dan kedisiplinan dalam bekerja menjadi bukti bahwa pengabdian tidak diukur dari jabatan, melainkan dari manfaat yang diberikan kepada banyak orang. (ebet/mb03)

