
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan langkah pengendalian inflasi dengan melakukan monitoring langsung terhadap harga dan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) di sejumlah titik distribusi, Selasa (14/4).
Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda didampingi Plt Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Dolly Syahbana meninjau Pasar Tradisional Kalindo serta gudang distributor di kawasan Pergudangan Basirih Banjarmasin.
Monitoring ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman di pasaran, sekaligus memantau perkembangan harga, khususnya dalam upaya menjaga stabilitas dan menekan laju inflasi di Kota Banjarmasin.
Plt Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana, menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Tradisional Kalindo menunjukkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas.
“Dari hasil monitoring hari ini di Pasar Kalindo, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti beras, ikan nila, dan ayam ras. Sementara, harga telur mengalami penurunan, minyak goreng relatif stabil dan beberapa jenis cabai mulai turun meskipun harganya masih tergolong tinggi,” ujarnya.
Selain memantau kondisi di pasar, peninjauan ke gudang distributor di kawasan Basirih, tepatnya di PT Agro Bogo Utama Banjarmasin, yang menjadi salah satu pemasok kebutuhan daging, sayur, serta produk seafood beku di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.
“Dari hasil peninjauan di pergudangan, diketahui bahwa distribusi bahan pokok tidak hanya untuk Kota Banjarmasin, tetapi juga menjangkau daerah sekitar seperti Martapura, Banjarbaru, Pelaihari hingga Kapuas. Ini menunjukkan pentingnya menjaga kelancaran distribusi agar pasokan tetap stabil,” jelasnya.
Dolly menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Kota Banjarmasin masih menjadi perhatian, mengingat saat ini berada pada posisi kedua tertinggi di Kalimantan Selatan.
“Kita berharap melalui monitoring ini, kita dapat melihat secara langsung bagaimana perkembangan harga di lapangan serta dampaknya terhadap inflasi. Dengan demikian, langkah pengendalian dapat segera dilakukan secara tepat,” tambahnya.
Ia juga menyoroti kondisi beberapa komoditas lokal, seperti ikan haruan, yang saat ini cukup sulit ditemukan di pasaran. “Untuk ikan haruan, saat ini ketersediaannya cukup terbatas bahkan cenderung kosong. Padahal, komoditas ini merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat,” ungkapnya.
Karenanya, TPID terus melakukan pemantauan secara berkala serta mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. via

