
BANJARMASIN – Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam (ADPISI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Sekolah Tilawah Al-Quran (STQ) Yu Mengaji Center Banjarmasin.
“Dalam kegiatan PKM ini diisi berupa sosialisasi pemanfaatan aplikasi Ngaji.ai pada pembelajaran Al-Quran bagi anak yang merupakan tradisi mengaji masyarakat Banjar berbasis IT,” kata Ketua Umum ADPSI Kalsel Dr. Gt. M. Irhamma Husin di Banjarmasin, Selasa.
Ia menyebut, kegiatan PKM ini juga sebagai bentuk mengimplementasikan Tri Dharma perguruan tinggi oleh para Dosen Agama Islam kepada masyarakat.
Dia juga mengatakan bahwa zaman sekarang ini kecanggihan IT juga dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran Al-Qur’an, sehingga orang tua harus bijak memberikan handphone, smartphone kepada anak-anaknya hanya untuk kepentingan pembelajaran.
Di samping banyaknya aplikasi mengaji yang berkembang dapat memudahkan anak dalam mempelajari bacaan Al-Quran, diharapkan tidak ada lagi anak yang buta huruf Al-Quran.
“Dari 57 anak yang menjadi peserta pengabdian ini, 90 persen sudah memahami dan pernah menggunakan aplikasi mengaji. Ini menandakan bahwa tingkat pemahaman anak dalam melek IT cukup tinggi,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, secara bergantian perwakilan dosen dari Universitas Lambung Mangkurat, Politeknik Negeri Banjarmasin dan Universitas Islam Kaliamantan (UNISKA) memberikan sosialisasi tentang pemanfaatan IT dalam pembelajaran Al-Quran.
Sementara, Dr. Rusdiansyah selaku Direktur Yu Mengaji Center (YMC) mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih kepada ADPISI Kalsel yang telah memberikan ilmu pengetahuan, motivasi kepada santri-santrinya.
Terlebih yang mengajar adalah para dosen yang biasanya mendidik mahasiswa usia remaja, namun sekarang memberikan ilmu kepada anak-anak.
“Ini membuat santri Yu Mengaji Center menjadi semangat dan antusias,” ujarnya.
Pada moment terakhir dilaksanakan pembagian doorprize untuk memotivasi para peserta dan foto bersama sebagai penutup kegiatan pengabdian kepada masyarakat. ant

