
MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) lingkup pemkab setempat, sekaligus menutup rangkaian safari ramadhan 10 hari pertama yang dilaksanakan di berbagai kecamatan.
Pada acara bukber di Mahligai Sultan Adam Martapura, Senin (2/3) sore, Bupati Banjar H Saidi Mansyur menegaskan safari ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi, serta memperkuat ikatan emosional dengan warga.
“Safari ramadhan adalah wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kita ingin mendengar langsung kebutuhan dan harapan mereka, sekaligus memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain menjadi momentum silaturahmi, lanjut dia, kegiatan ini juga menegaskan komitmen Pemkab Banjar dalam mendukung penguatan lembaga keagamaan melalui bantuan hibah untuk masjid, mushola, madrasah, pesantren, serta organisasi keagamaan seperti LPTQ, MUI, PCNU dan baznas.
Saidi menekankan bantuan hibah yang diberikan bersifat stimulan, yaitu dukungan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat operasional dan program pembinaan dengan tetap mendorong kemandirian organisasi.
“Bantuan ini adalah stimulan untuk mendukung operasional organisasi keagamaan dalam membentuk karakter masyarakat yang berakhlak mulia dan islami, dengan tetap mengutamakan kemandirian,” katanya.
Ia mengatakan, langkah tersebut selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Banjar yang Maju, Mandiri dan Agamis, yakni pembangunan fisik dan spiritual berjalan secara beriringan.
Pada kesempatan itu, Bupati Saidi juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para habaib dan tuan guru yang telah mendampingi kegiatan safari ramadhan, meski harus menempuh medan yang tidak mudah.
Menurutnya, peran ulama sangat strategis dalam menjaga harmoni sosial, membina akhlak umat, serta menjadi penyejuk di tengah dinamika masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pejabat Pemkab Banjar mulai dari asisten, staf ahli, kepala SKPD, camat hingga pimpinan perusahaan daerah, untuk menjadikan ramadhan sebagai momentum introspeksi sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Mari jadikan ramadhan ini sebagai momentum meningkatkan kualitas pelayanan kita kepada masyarakat. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima Allah SWT,” pungkasnya. ril/dio

