Mata Banua Online
Sabtu, April 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Energi, Pangan, dan Teknologi: Strategi ITS Menggapai Top 300 Dunia

by Mata Banua
19 Februari 2026
in Opini
0

Oleh: Willi Irawan

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyiapkan strategi komprehensif untuk menembus jajaran Top 300 World Class University (WCU), dengan bertumpu pada penguatan riset di bidang energi, ketahanan pangan, dan teknologi terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Berita Lainnya

Kebiadaban Yang Dilegalkan

Kebiadaban Yang Dilegalkan

16 April 2026
The Little Princedan Makna Komitmen Dalam Relasi

The Little Princedan Makna Komitmen Dalam Relasi

16 April 2026

Kampus negeri berbasis teknologi di Surabaya itu mengusung penguatan riset energi, ketahanan pangan, dan teknologi terapan sebagai fondasi membangun reputasi internasional yang berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)

Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menegaskan bahwa target masuk 300 besar dunia bukan sekadar ambisi peringkat, melainkan bagian dari transformasi menyeluruh ekosistem akademik, mulai dari budaya riset, hilirisasi inovasi, hingga kolaborasi industri.

Menurut dia, hilirisasi hasil penelitian menjadi salah satu fokus utama. Meski sudah berjalan, jumlahnya diakui belum sebanyak yang diharapkan.

“Memang ada hilirisasi, tetapi belum sebanyak yang kita inginkan. Karena itu kami terus berupaya agar jumlahnya meningkat, termasuk yang berdampak langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Bagi ITS, hilirisasi bukan sekadar komersialisasi produk, melainkan memastikan hasil penelitian memberi solusi konkret atas persoalan bangsa. Orientasi inilah yang menjadi landasan transformasi menuju universitas kelas dunia.

Semangat ITS ini sejalan dengan program Kemendiktisaintek yang mendorong transformasi pendidikan tinggi berbasis riset dan inovasi, termasuk penguatan ekosistem sains dan teknologi, hilirisasi hasil penelitian, serta kolaborasi dengan industri.

Karena itu, ITS memosisikan diri sebagai salah satu kampus yang mengakselerasi agenda tersebut.

Program pendanaan kompetitif, dana padanan, serta penguatan riset terapan yang diinisiasi pemerintah menjadi katalis bagi ITS dalam membangun model “link and match” antara kampus dan industri.

Dalam kerangka kebijakan nasional, penguatan indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi, seperti kolaborasi industri, produk inovasi, dan reputasi internasional, menjadi bagian dari strategi peningkatan daya saing global. ITS menempatkan capaian tersebut sebagai prioritas dalam rencana strategisnya.

Transisi hijau

Isu energi menjadi salah satu perhatian utama pemimpin ITS. Kampus teknologi ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai pelopor pengembangan kendaraan listrik nasional.

Berbagai inovasi mobil dan motor listrik dikembangkan untuk mendukung transisi energi bersih dan pengurangan emisi karbon. Riset sistem baterai, manajemen energi, hingga integrasi energi terbarukan terus diperkuat.

Pengembangan kendaraan listrik, bagi ITS, bukan hanya simbol inovasi, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata terhadap agenda dekarbonisasi nasional dan global.

ITS memandang isu keberlanjutan sebagai peluang strategis untuk meningkatkan posisi internasional, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap agenda pembangunan nasional.

Salah satu bukti konkret adalah capaian tiga tim ITS dalam ajang bergengsi Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026 yang digelar di Qatar pada 25 Januari 2026.

Dalam kompetisi kendaraan hemat energi tingkat internasional tersebut, tim Antasena, Sapuangin, dan Nogogeni berhasil meraih berbagai penghargaan, sekaligus mengukuhkan posisi ITS sebagai pusat inovasi teknologi transportasi berkelanjutan di Asia.

Tim Antasena ITS mencatatkan capaian tertinggi, dengan meraih Juara 1 Technical Innovation Award dan Juara 2 kategori Prototype Hydrogen Fuel Cell.

Tidak hanya itu, tim ini juga terpilih sebagai satu dari empat tim yang lolos menuju Shell Eco-Marathon Global Championship 2027 di Goodwood, Inggris.

Keberhasilan tersebut menunjukkan kapasitas mahasiswa ITS dalam mengembangkan teknologi berbasis hidrogen yang menjadi salah satu energi masa depan dunia.

Sementara itu, Tim Nogogeni ITS meraih Juara 2 kategori Urban Concept Battery Electric. Prestasi ini memperlihatkan konsistensi pengembangan kendaraan listrik hemat energi yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

Di kategori lain, Tim Sapuangin ITS menyabet Juara 2 Urban Concept Internal Combustion Engine (ICE) serta Juara 2 Technical Innovation Award, menegaskan keunggulan inovasi mesin pembakaran yang tetap efisien dan ramah lingkungan.

Kompetisi Shell Eco-Marathon sendiri merupakan ajang rancang bangun kendaraan hemat energi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara. Penilaian dilakukan melalui kategori on-track dan off-track dengan standar internasional yang ketat, mencakup efisiensi energi, inovasi teknologi, keselamatan, hingga kesiapan desain komersial.

Dengan demikian, kemenangan ITS bukan sekadar prestasi simbolik, melainkan pengakuan global atas kualitas riset dan rekayasa yang dikembangkan di kampus itu.

Capaian tersebut selaras dengan visi ITS dalam membangun ekosistem riset terintegrasi yang fokus pada energi bersih, kendaraan listrik, hidrogen, hingga transisi menuju mobilitas rendah karbon.

Ketahanan pangan

Selain energi, isu ketahanan pangan menjadi perhatian serius. ITS mendapat tugas dari Kementerian Pertanian untuk mendukung mekanisasi pertanian melalui pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan petani.

Salah satu inovasi yang tengah disiapkan adalah traktor elektrik untuk lahan gambut. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Selain itu, ITS turut mengembangkan alat tanam padi dan perangkat pemanjat pohon kelapa yang dirancang lebih aman dan produktif. Inovasi tersebut menunjukkan orientasi riset ITS yang menyasar solusi konkret di lapangan.

Rektor ITS menegaskan bahwa kampus tidak ingin riset berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi harus mampu menjawab persoalan riil masyarakat.

Link and match

Untuk mempercepat hilirisasi, ITS memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri. Melalui berbagai skema pendanaan, termasuk dana padanan dan riset terapan, hasil penelitian diarahkan agar lebih aplikatif.

Kerja sama tersebut tidak hanya dalam bentuk konsultasi, tetapi juga penyelesaian masalah industri berbasis teknologi. Model kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam membangun industri nasional berbasis riset.

Pada tahun lalu, total dana riset ITS mendekati Rp300 miliar untuk mendukung inovasi, publikasi, serta produk terhilirisasi.

Selain kolaborasi industri, ITS mengembangkan skema riset berbasis kewirausahaan (entrepreneurial research). Melalui pendekatan ini, hasil penelitian diarahkan untuk melahirkan startup berbasis teknologi.

Startup tersebut menjadi wahana hilirisasi inovasi, sekaligus membangun ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).

Bagi ITS, penguatan kewirausahaan teknologi menjadi nilai tambah dalam meningkatkan daya saing internasional.

Kampus tidak lagi sekadar menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga inkubator inovasi yang mampu menciptakan nilai ekonomi.

Produktivitas publikasi

Dalam pemeringkatan internasional, reputasi akademik dan jumlah publikasi bereputasi menjadi indikator utama. Karena itu, ITS mendorong seluruh dosen aktif melakukan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah.

Pendanaan riset dirancang agar inklusif dan kolaboratif, sehingga dosen dapat bekerja bersama dalam satu proyek penelitian. Model ini diharapkan meningkatkan produktivitas publikasi sekaligus memperkuat jejaring akademik.

Saat ini ITS memiliki lebih dari 200 guru besar dari sekitar 1.000 dosen, atau sekitar 20 persen. Persentase tersebut masih ingin ditingkatkan melalui percepatan studi doktoral dan dukungan penuh terhadap kenaikan jabatan akademik.

Rektor ITS menyatakan bahwa hambatan klasik, seperti kurangnya publikasi akibat keterbatasan pendanaan harus dihilangkan.

Dengan dukungan riset yang merata, seluruh dosen diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Strategi menuju kampus kelas dunia juga dilakukan melalui penguatan kualitas mahasiswa. ITS membuka jalur tiket emas bagi siswa berprestasi di bidang olahraga, kewirausahaan, kreator konten, hingga kepemimpinan.

Selain itu, ITS memperluas akses bagi mahasiswa dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) guna memastikan keterwakilan nasional.

Pendekatan ini mencerminkan komitmen ITS membangun kampus yang inklusif, sekaligus kompetitif secara global.

Kampus berdampak global

Rektor ITS menilai budaya riset di kampus, kini semakin matang. Jika sebelumnya lebih berorientasi pada kuantitas publikasi, kini fokus diarahkan pada kualitas, relevansi, dan dampak.

Penguatan riset di bidang energi, pangan, dan teknologi terapan menjadi fondasi utama dalam membangun reputasi internasional. Kolaborasi industri, peningkatan jumlah profesor, serta lahirnya startup teknologi memperkuat daya saing institusi.

Bagi ITS, masuk Top 300 World Class University adalah konsekuensi dari kerja konsisten membangun ekosistem akademik yang unggul dan berdampak.(ant)Melalui jurus energi bersih, mekanisasi pertanian, hilirisasi inovasi, serta penguatan SDM, ITS optimistis dapat mempercepat langkah menuju panggung global, sekaligus menegaskan perannya sebagai kampus teknologi yang memberi solusi bagi bangsa dan dunia.

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper