Mata Banua Online
Rabu, Februari 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Industri Properti Tahun Ini Diprediksi akan Lesu

by Mata Banua
14 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
G:\2026\Januari\15 Januari 2026\7\7\hal 7 - 2 klm (Bawah).jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Pengamat mem­per­kirakan pertumbuhan industri pro­perti cenderung melambat ta­hun ini. “Tahun lalu per­tum­bu­han­nya mungkin berkisar antara 10-12 persen ya, mungkin tahun ini lebihsedikit melambat. Mu­ngkin perkiraannya antara 9-10 per­sen gitu,” ujar Pengamat pro­perti Anton Sitorus.

Anton menilai tertahannya la­ju properti salah satunya ka­re­na proyeksi pertumbuhan eko­no­mi nasional pada 2026 yang ti­dak jauh berbeda dengan pada 2025, yakni berkisar di angka 5 persen.

Berita Lainnya

BI Kalsel Siapkan Uang Tunai Rp3,06 Triliun

BI Kalsel Siapkan Uang Tunai Rp3,06 Triliun

17 Februari 2026
Devanka Aesthetic Clinic Luncurkan Teknologi Oligio X

Devanka Aesthetic Clinic Luncurkan Teknologi Oligio X

17 Februari 2026

“Kalau kita mengacu kepada pro­yeksi pertumbuhan ekonomi ta­hun 2026 ini kan kurang lebih sa­ma tahun lalu. Tahun lalu per­ki­raan 5 sampai 5,1 (persen). Ta­hun ini juga perkiraannya an­ta­ra 5 sampai 5,1 persen pertumbuhan PDB kita. Jadi dengan kondisi ekonomi dan bis­nis yang diperkirakan akan sa­ma, mungkin pertumbuhan sek­tor propertinya juga enggak akan jauh beda git,” ujarnya.

Menurut Anton, per­lam­bat­an juga tak lepas dari daya beli mas­yarakat yang belum se­pe­nuh­nya pulih pascapandemi Co­vid-19. Kemudian, inflasi harga ya­ng cukup tinggi juga turut ber­pe­ngaruh.

Selain itu, masyarakat juga te­rimbas kondisi ekonomi In­do­nesia yang memaksa banyak pe­ru­sahaan melakukan PHK terha­dap pekerjanya hingga menutup pe­rusahaannya.

“Kalau kita lihat secara umum kan daya beli ini sekarang me­mang boleh dibilang lagi di ba­wah, masih agak lemah gitu kan. Nah ya ini memberikan pe­ng­aruh yang kuat sekali kepada sek­tor properti. Kalau daya be­li­nya belum naik lagi gitu, belum ba­ngkit lagi, ya penjualan di sek­tor properti juga pasti akan te­rim­bas,” jelasnya.

Sementara, Pengamat pro­per­ti Aleviery Akba menaksir per­­tumbuhan properti stabil ta­hun ini dan berpotensi naik se­ki­tar 1,5-2 persen dibandingkan ta­hun lalu.

Menurut Aleviery, hal ini di­dorong oleh insentif peme­rin­tah seperti diskon Pajak Per­tam­bahan Nilai (PPN) atas pen­ye­rah­an rumah tapak dan rumah su­s­un hingga program pe­ru­mah­an rakyat.

“Pertumbuhan properti di­per­kirakan stabil dan berpotensi na­ik sekitar 1,5-2 persen dengan pe­luang naik di atas 2 persen, di­dukung kebijakan pemerintah dan program perumahan rak­yat,” ujar Aleviery.

Diskon pajak properti diatur da­lam Peraturan Menteri Ke­u­ang­an Nomor 90 Tahun 2025 ten­tang PPN atas Penyerahan Ru­mah Tapak dan Satuan yang Di­tanggung Pemerintah Tahun Ang­aran 2026.

Dalam beleid itu, pe­m­e­rin­tah menanggung 100 persen dari PPN yang terutang dari bagian har­ga jual sampai dengan Rp2 mi­liar untuk rumah tapak atau sa­tuan rumah susun baru siap hu­ni dengan harga jual mak­si­mal Rp5 miliar.

Menurutnya, kebijakan dis­kon PPN cukup efektif karena mem­berikan stimulus langsung ke pembeli dan sektor terkait, men­dorong transaksi properti ya­ng lesu, dan berkontribusi sig­ni­fikan pada stabilitas serta pe­r­tum­buhan ekonomi nasional.

Namun, meski insentif pe­me­rintah dinilai mampu men­do­ro­ng transaksi properti, ke­bi­jak­an tersebut hanya berlaku se­ta­hun yang menimbulkan ke­ti­dak­pas­tian pasar. “Kebijakan ini han­ya berlaku setahun, tidak ada ke­pastian yang membuat pasar ber­gejolak kecang,” ungkapnya.

Data survei Bank Indonesia pa­da kuartal III-2025 menyebut per­tumbuhan harga properti re­si­densial primer melambat men­jadi 0,84 persen year-on-year (yoy). cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper