
BANJARMASIN – Seorang pelajar SMP diduga terseret arus saat bermain bersama teman-temannya di pinggiran Sungai Pengambangan Banjarmasin Timur pada Senin (5/1) sekitar pukul 17.30 Wita.
Hingga Selasa (6/1), basarnas, SAR Banjarmasin bersama Sat Polairud Polresta Banjarmasin dan relawan gabungan water rescue terus menyisir Sungai Pengambangan yang bermuara di Sungai Martapura.
“Saat ini masih dilakukan pencarian terhadap korban oleh Sat Polairud Polresta Banjarmasin, SAR dan water rescue gabungan bersama pihak keluarga dan warga setempat,” ucap Kapolsek Banjarmasin Timur AKP Morris Widhi Harto.
Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di sungai. “Awasi anak-anak saat mereka bermain atau mandi di pinggir sungai. Utamakan keselamatan diri dan keluarga,” ujarnya.
Kapolsek mengatakan, pelajar SMP itu diduga hanyut dan terbawa arus deras Sungai Martapura di saat banjir rob.
Sementara, Kepala Basarnas Banjarmasin I Putu Sudayana membenarkan adanya laporan seorang siswa SMP yang hanyut di Sungai Martapura.
Ia menjelaskan, dari informasi terima, temannya melihat korban sebelum hanyut terseret arus sempat berpegangan di tiang kayu di pinggiran sungai.
Upaya pencarian awal pun dilakukan keluarga, masyarakat sekitar, dan polsek terdekat hingga sekitar pukul 19.10 Wita, dan pada pencarian lanjutan pun korban belum ditemukan.
I putu menyampaikan, dalam upaya pencarian korban, SAR berkoordinasi dengan Sat Polairud Polresta Banjarmasin, BPBD Kota Banjarmasin, dan warga setempat.
Dalam pencariannya, SAR menggunakan Rubber Boat bermesin tempel, alat selam khusus, aqua eye, water rescue, radio komunikasi, dan alat pendukung lainnya.
“Saat pencarian kondisi cuaca di TKP berawan dan hingga pagi ini korban belum ditemukan, status masih Dalam Pencarian (DP),” jelasnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat Kota Banjarmasin terutama yang berada di pesisir sungai untuk selalu waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di perairan yang aliran sungai dan arusnya deras, sehingga tidak terseret arus.
Berdasarkan keterangan teman korban, ketika itu mereka sedang berenang dan bermain tenggelam-tenggelaman di tepian sungai. Naas korban justru tidak kembali muncul ke permukaan.
Sedangkan menurut keterangan saksi, korban dan temannya tidak menghiraukan warga yang memberi peringatan tidak boleh mandi melewati batas aman yang diberi tanda batang bambu. sam

