Mata Banua Online
Rabu, Februari 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Harga Beras Naik di Penggilingan hingga Eceran

by Mata Banua
6 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) men­ca­tat harga beras naik pada Desember 2025, ba­ik di tingkat penggilingan, grosir, maupun ecer­an.

Deputi Bidang Statistik Dis­tri­busi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan harga beras di tingkat penggilingan Rp13.488 per kilogram (kg). Harga itu naik 6,38 persen secara tahunan (yoy), dan naik 1,26 persen secara bu­lan­an (mtm).

Berita Lainnya

BI Kalsel Siapkan Uang Tunai Rp3,06 Triliun

BI Kalsel Siapkan Uang Tunai Rp3,06 Triliun

17 Februari 2026
Devanka Aesthetic Clinic Luncurkan Teknologi Oligio X

Devanka Aesthetic Clinic Luncurkan Teknologi Oligio X

17 Februari 2026

“Jika kita pilah berdasarkan kua­litas beras di penggilingan, be­ras premium naik 2,62 persen (mtm), dan naik 6,92 persen (yoy). Beras medium naik 0,67 per­sen (mtm), tapi naik 6,72 prsen (yoy),” kata Pudji pada kon­fe­ren­si pers.

Sementara itu, harga beras di tin­gkat grosir Rp14.162 per kg, na­ik 5 persen secara tahunan, dan na­ik 0,22 persen secara bulanan. Ada­pun harga di tingkat eceran na­ik 0,18 persen (yoy), dan naik 3,64 (mtm) ke level Rp15.081 per kg.

“Harga beras yang kami sam­paikan ini merupakan rata-rata har­ga beras yang mencakup ber­ba­gai jenis kualitas dan juga men­ca­kup seluruh wilayah di In­do­ne­sia,” ujarnya.

Sementara itu, BPS mencatat In­do­nesia mengalami inflasi 2,92 per­sen yoy pada Desember 2025. “Secara year on year, pada De­sem­ber 2025 terjadi inflasi se­be­sar 2,92 persen atau terjadi ke­na­ikan indeks harga konsumen dar 106,80 pada Desember 2024 men­jadi 109,92 pada Desember 2025,” ujar Pudji.

Ia mencatat inflasi juga ter­ja­di secara bulanan sebesar 0,64 per­sen. Begitu pula secara tahun ka­lender (ytd) yang mengalami in­flasi 2,92 persen.

Kelompok pengeluaran pen­yum­bang inflasi bulanan terbesar ada­lah makanan, minuman, dan tem­bakau dengan inflasi sebesar 1,66 persen. Andil inflasi dari kelompok terebut menyentuh 0,48 persen.

“Komoditas yang dominan men­dorong inflasi pada ke­lom­pok makanan, minuman, dan tem­bakau adalah cabai rawit de­ng­an andil inflasi 0,17 persen,” ujar Pudji.

“Kemudian daging ayam ras de­ngan andil inflasi 0,09 persen. Be­rikutnya adalah bawang merah de­ngan andil inflasi 0,07 persen, dan ikan segar dengan andil in­fla­si 0,04 persen, serta telur ayam ras dengan inflasi 0,03 persen,” sambungnya.

Ia mengatakan seluruh 38 pro­vinsi mengalami inflasi secara bu­lann, di mana paling tinggi ada­lah Aceh sebesar 3,06 persen. Se­mentara itu, inflasi terendah ter­jadi di Maluku Utara sebesar 0,05 persen.

Di lain sisi, BPS mencatat in­flasi persen secara tahunan uta­­ma­nya didorong oleh kelompok ma­kanan, minuman, dan tem­ba­kau. Inflasinya mencapai 4,58 per­sen dengan andil 1,33 persen.

“Komoditas dengan andil in­f­lasi trbesar pada kelompok ini ada­lah cabai merah, ikan segar, be­ras, dan daging ayam ras. Ko­mo­ditas lain di luar kelompok ma­kanan, minuman, dan tem­ba­kau yang juga memberikan andil in­flasi dominan adalah emas per­hi­asan,” tutupnya. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper