
MARTAPURA – Dapur umum yang didirikan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan di Kantor Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar menyiapkan 5.000 porsi makanan untuk korban terdampak bencana alam banjir di wilayah setempat.
“Sejak dibuka pada 28 Desember lalu, hingga kini setiap hari dapur umum menyiapkan 5.000 porsi makan untuk korban terdampak banjir di Kecamatan Martapura Barat,” ucap Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Kamis (1/1).
Ia mengatakan, pendirian dapur umum ini sesuai arahan Gubernur Kalsel untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam banjir di Kecamatan Martapura Barat, yang diketahui merupakan wilayah terparah yang terdampak.
Ia menyebutkan, sebanyak 5.000 porsi nasi itu disiapkan hanya untuk warga dari tujuh desa dari 13 desa di Kecamatan Martapura Barat yang dilanda banjir. “Ketujuh desa di Kecamatan Martapura Barat tersebut berada di sepanjang Sungai Martapura, dan termasuk daerah yang terparah dilanda banjir,” katanya.
Pada desa yang terparah dilanda banjir tersebut, lanjut dia, ada ratusan warga yang harus terpaksa mengungsi di Kantor Kecamatan Martapura Barat, dan tercatat ada 150 korban terdampak yang terpaksa mengungsi.
“Jumlah pengungsi korban ini masih ada kemungkinan bertambah jika kondisi air mengalami peningkatan, karena kondisi di bagian hulu sungai masih terjadi hujan,” ujarnya.
Ketika ditanya berapa kecamatan di Kabupaten Banjar yang dilanda banjir, ia menyampaikan berdasarkan laporan tercatat ada 12 kecamatan.
“Secara rinci, lokasi banjir tersebut meliputi Kecamatan Kertak Hanyar ada dua desa, Kecamatan Sungai Tabuk tercatat empat desa, Kecamatan Martapura sebanyak sembilan desa, dan Kecamatan Karang Intan ada 18 desa,” ungkapnya.
Kemudian, Kecamatan Astambul tersebar pada tujuh desa dan merendam sebanyak 783 rumah penduduk, Kecamatan Pengaron ada tujuh desa, Kecamatan Sungai Pinang satu desa, Kecamatan Aranio satu desa, Kecamatan Mataraman empat desa, 192 KK, 750 jiwa, 183 rumah.
Selanjutnya, Kecamatan Martapura Barat melanda 13 desa dihuni 6.523 kepala keluarga (KK) atau 17.302 jiwa, sedangkan rumah yang terendam 5.524 buah. Kecamatan Martapura Timur melanda 20 desa, dan Kecamatan Cintapuri Darussalam tercatat empat desa.
Bencana alam banjir tersebut menyebabkan 1.714 buah rumah yang mengalami kerusakan, sedangkan rumah yang terdampak banjir 5.524 buah, 6.593 KK atau 18.348 jiwa, dan itu baru tiga kecamatan yang melaporkan.
Dari laporan itu, 18.348 jiwa korban tercatat bayi sebanyak 337 jiwa, 680 bayi di bawah lima tahun (balita), dan anak-anak sebanyak 1.712 orang. Kemudian, ibu hamil/menyusui 120 jiwa, 1.099 orang lansia, dan 172 orang disabilitas.
“Untuk Kabupaten Banjar, selain bencana alam banjir juga terjadi bencana tanah longsor di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio sebanyak lima titik dan di Desa Gunung Batu, Kecamatan Sambung Makmur,” pungkasnya. ani

