Mata Banua Online
Rabu, April 22, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pengusaha Minta Pemerintah Hati-hati Tetapkan UMP 2026

by Mata Banua
30 November 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Asosiasi Pengusaha In­do­ne­sia (Apindo) menilai Upah Minimum Pro­vinsi (UMP) menjadi salah satu indikator pe­nentu masuknya investasi ke dalam ne­geri. Oleh sebab itu, pemerintah diminta un­tuk hati-hati dalam menetapkannya.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam mengatakan jangan sampai in­ves­tasi yang baru mau masuk ke Indonesia ja­di berpikir ulang dan yang sudah ada di da­lam negeri perlahan kabur.

Berita Lainnya

Harga Daging Terancam Kian Mahal Imbas Harga Impor Sapi

Harga Daging Terancam Kian Mahal Imbas Harga Impor Sapi

21 April 2026
Penjual LPG Nonsubsidi Was-was Pembeli Sepi

Penjual LPG Nonsubsidi Was-was Pembeli Sepi

21 April 2026

“Jadi upah minimum itu jangan sampai me­ngusir investasi dan yang ingin masuk. Ka­rena banyak pencari kerja di Indonesia,” ujar­nya dalam konferensi pers di Kantor Apindo.

Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah bi­sa betul-betul merundingkan UMP ini secara bipartit antara pekerja dan pe­ng­u­sa­ha. Pasalnya, koordinasi ini bisa melihat kon­disi di lapangan.

“Nah, bagaimana yang ingin sejahtera, si­lahkan dikoordinasikan secara lebih bi­partit,” katanya.

Bob mewanti-wanti agar jangan sampai pe­netapan UMP tidak melihat kondisi pe­rusahaan. Terlebih, apabila sudah di­tetapkan, besaran UMP tidak bisa di­la­ng­gar.

“Jadi nggak boleh kita tuh bayar upah di bawah upah minimum resmi. Jadi, artiya ka­lau upahnya tinggi ya dia nggak datang. Ar­tinya dia nggak investasi di Indonesia, ka­rena pasti nanti nggak mampu bayar, aki­batnya tidak comply,” jelas Bob.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ke­tua Umum Apindo Sanny Iskandar meng­atakan pengusaha sebenarnya tidak ta­kut membayar upah tinggi. Namun, ia kha­watir apabila upahnya terlalu tinggi dib­an­di­ngkan negara lain, investor memilih per­gi.

“Kita tidak takut untuk membayar upah ti­nggi, namun yang kita khawatirkan, kalau ki­ta membayar upah itu kemahalan. K­e­ma­halan ini artinya di sini adalah unsur da­ya saing, ada unsur daripada pro­duk­ti­vi­tas itu sendiri,” terang Sanny. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper