Mata Banua Online
Selasa, April 21, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Penjual LPG Nonsubsidi Was-was Pembeli Sepi

by Mata Banua
21 April 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(Foto:mb/web)

JAKARTA – Pedagang was-was penjualan LPG 12 kg turun imbas kenaikan harga gila-gilaan.

Pemilik pangkalan LPG di Ciater, Serpong, Bobi Hartanto, mengatakan kenaikan terjadi pada tabung ukuran 12 kilogram dan 5,5 kilogram.

Berita Lainnya

Harga Daging Terancam Kian Mahal Imbas Harga Impor Sapi

Harga Daging Terancam Kian Mahal Imbas Harga Impor Sapi

21 April 2026
BPOM: Waspadai Lonjakan Harga Obat

BPOM: Waspadai Lonjakan Harga Obat

21 April 2026

Harga LPG 12 kilogram naik sekitar Rp40 ribu, dari Rp215 ribu menjadi Rp255 ribu. Sementara tabung 5,5 kilogram naik Rp20 ribu, dari Rp120 ribu menjadi Rp140 ribu.

“Stok di pangkalan saat ini masih aman, tidak ada kendala. Hanya saja memang harga yang naik cukup tinggi,” ujar Bobi.

Ia menyebut respons konsumen beragam. Sebagian pelanggan mengaku kaget, namun ada pula yang tetap membeli seperti biasa.

Meski belum terlihat peralihan ke LPG subsidi 3 kilogram, Bobi memperkirakan kenaikan harga ini dapat berdampak pada penurunan penjualan. “Belum ada yang beralih ke tabung melon, tapi kemungkinan penjualan akan agak menurun,” ujarnya.

Bobi menilai lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat menjadi perhatian pelaku usaha. Meski demikian, ia memastikan pasokan gas di tingkat pangkalan masih terjaga. “Kalau soal stok tidak khawatir, cuma kenaikannya cukup tinggi,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di pangkalan lain di wilayah Ciater. Seorang penjaga pangkalan, Rendi, menyebut stok LPG masih aman, baik untuk non-subsidi maupun subsidi.

Ia merinci, stok LPG 12 kilogram tersedia 18 tabung dan 5,5 kilogram sebanyak 4 tabung. Sementara LPG subsidi 3 kilogram mencapai 180 tabung. “Hari ini masih ada pembeli LPG non-subsidi, sekitar enam orang,” ujar Rendi.

Meski begitu, ia mengaku tidak mengetahui kondisi stok secara keseluruhan di tingkat agen.

Terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG 3 kg tidak naik meski gas nonsubsidi melesat lebih dari Rp30 ribu per tabung.

Bahlil mengatakan pemerintah bahkan belum pernah menaikkan harga gas melon meski terjadi berbagai gejolak, seperti perang Rusia-Ukraina sebelumnya. “Tapi kalau untuk LPG 3 kilogram, sejak LPG diterapkan tahun 2006, 2007, LPG itu sampai dengan sekarang belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah,” ujar Bahlil ditemui di Kantornya.

Menurutnya, jika ada kenaikan harga LPG subsidi di masyarakat, itu bukan resmi dari pemerintah, tetapi permainan distributor atau pangkalan. “Yang ada itu adalah dimainkan harganya di distributor dan pangkalan. Itu kira-kira,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Bahlil menekankan perbaikan tata kelola distribusi perlu dilakukan. Namun, saat mulai dijalankan pada Februari 2025 lalu, terjadi kepanikan dan LPG mendadak langka di pasaran.

“Dulu kalian masih ingat kan tahun 2025 Februari. Yang kalian-kalian juga hajar saya kan waktu itu. Itu waktu itu saya mau tata untuk betul-betul yang subsidi itu adalah yang menerima yang berhak. Dengan harga yang betul-betul sudah ditetapkan,” ujarnya. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper