
KAPOLDA Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.JAKARTA – Kepolisian mengumumkan seorang siswa menjadi tersangka dalam insiden ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (7/11) lalu.
Tersangka atau anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) adalah siswa yang mengalami luka dalam insiden tersebut, dan sudah dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Terduga pelaku ditetapkan sebagai ABH karena masih di bawah umur.
“Dari hasil sidik sementara, anak yang berkonflik dengan hukum atau ABH yang terlibat dalam ledakan merupakan siswa SMA aktif bertindak secara mandiri, tak berhubungan dengan jaringan teror tertentu,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (11/11) sore, seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Dalam kasus ledakan itu, Asep mengatakan polisi telah memeriksa 16 saksi termasuk korban, guru, siswa, keluarga ABH tersebut, dan terduga pelaku. Selain itu, kepolisian pun sudah melakukan penggeledahan rumah tersangka.
Dalam peristiwa ledakan yang terjadi kala salat jumat di SMA 72 akhir pekan lalu, puluhan orang luka-luka. Salah satu korban luka adalah terduga pelaku.
Terduga pelaku sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ), lalu dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada awal pekan ini.
Polisi menyebut pemindahan itu dilakukan guna memudahkan proses pemeriksaan setelah kondisi terduga pelaku memungkinkan untuk dimintai keterangan.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyebut tersangka ledakan SMA 72 Jakarta merupakan pribadi yang tertutup dan jarang bergaul dengan orang lain.
Ia menyebut hal itu diketahui penyidik setelah memeriksa total 16 orang saksi termasuk tersangka, keluarga hingga para siswa dan guru di sekolah tersebut.
Status terduga pelaku ditetapkan menjadi Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH).
“Dari keterangan yang kami himpun Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang terlibat dikenal pribadi tertutup dan jarang bergaul,” ujarnya.
Asep Edi menambahkan dari hasil analisis ponsel dan aktivitas di internet diketahui bahwa pelaku tertarik atau menyukai konten kekerasan dan hal-hal yang ekstrem.
“(ABH) tertarik konten kekerasan dan hal ekstrem,” imbuhnya.
Sebelumnya, ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta Utara, Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB, di area masjid sekolah saat kegiatan salat Jumat berlangsung.
Tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden itu. Namun, korban luka dalam peristiwa itu tercatat ada sebanyak 96 orang.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana menyebut terdapat tujuh peledak yang dibawa oleh terduga pelaku ke SMAN 72 Jakarta.
Dari total peledak yang dibawa terduga pelaku, empat di antaranya meledak di dua lokasi yang berbeda. Sementara untuk tiga peledak lainnya belum digunakan dan sudah disita oleh petugas untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Selain itu, Eka mengatakan pelaku juga kerap mengunjungi komunitas daring khususnya di forum dan situs darknet sebelum melancarkan aksinya.
Ia menyebut situs yang dikunjungi oleh terduga pelaku itu memuat video atau foto terkait perang, pembunuhan hingga aksi-aksi sadis lainnya.
“Yang menampilkan video atau foto orang yang benar-benar meninggal dunia, biasanya akibat kecelakaan, perang, pembunuhan, atau kejadian brutal lainnya,” jelasnya. web

