KARAWANG – Perum Bulog memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2025. Ketersediaan beras di seluruh gudang Bulog terctat lebih dari 3,8 juta ton.
Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, mengatakan stok tersebut tidak hanya mencukupi dari sisi volume, tetapi juga dalam kondisi baik berkat penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat di setiap gudang. Pengawasan kualitas dilakukan secara berlapis melalui pemeriksaan laboratorium dan sistem pengendalian hama terpadu.
“Stok kita cukup, lebih dari cukup. Jumlahnya 3,8 juta ton dan seluruhnya masih dalam kondisi baik,” ujar Marga di Desa Kpuh, Karawang.
Bulog menjalankan sistem pengendalian kualitas secara menyeluruh di gudang penyimpanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap kepala gudang bertanggung jawab langsung terhadap kondisi fisik beras, termasuk pengawasan kelembapan, suhu ruangan, dan kebersihan area penyimpanan. Bila ditemukan indikasi serangan hama, penanganan dilakukan segera melalui prosedur fumigasi dan pembersihan terjadwal.
Menurut Marga, stok beras Bulog terdiri atas gabungan hasil pengadaan dari berbagai wilayah dan musim panen. Karena waktu panen berbeda-beda, sebagian beras berusia di atas enam bulan, sebagian lainnya di bawah enam bulan. Meski begitu, kualitasnya tetap terjaga melalui sistem rotasi dan pemeriksaan berkala.
“Kita punya SOP pengawasan mutu yang selalu dijalankan. Pemeriksaan dilakukan rutin di laboratorium agar standar kualitas tetap terpenuhi,” kata dia.
Selain memastikan kecukupan stok nasional, Bulog juga terus menyiapkan distribui beras untuk menjaga stabilitas pasokan di pasar selama momentum akhir tahun. Operasi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan tetap berjalan sesuai arahan pemerintah.
Dengan stok besar dan sistem pengawasan yang ketat, Bulog optimistis mampu menjaga ketersediaan dan kualitas beras nasional. Perusahaan menegaskan komitmennya sebagai operator pangan pemerintah dalam menjamin pasokan yang aman, sehat, dan layak konsumsi bagi seluruh masyarakat.
Terpisah, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan beras berperan besar meredam laju inflasi nasional pada Oktober 2025.
Komoditas ini mengalami deflasi dan menjadi penopang utama stabilitas harga bahan pangan dalam negeri. Tren ini mencerminkan keberhasilan koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga pasokan dan harga pangan. Pengendalian inflasi menjadi bukti nyata efektivitas kebijakan pangan yang dijalankan lintas sektor.
“Beras menjadi peredam inflasi bulan ini. Ini menunjukkan kinerja positif seluruh pihak, terutama sektor pangan, dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Inflasi di Kantor Pusat Kemendagr, Jakarta, dikutip Rabu. bisn/mb06

