Mata Banua Online
Kamis, April 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemerintah Ancam Cabut Izin Usaha Pelanggar HET Beras

by Mata Banua
20 Oktober 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Oktober 2025\21 Oktober 2025\7\7\hal 7 - 2 klm (bawah).jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Pemerintah me­ne­gaskan akan menjatuhkan sank­si tegas, termasuk pen­ca­but­an izin usaha, bagi dis­tri­bu­tor, pedagang, dan pengecer be­ras yang tidak mematuhi ke­ten­tuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Penerapan sanksi ini di­ha­rapkan dapat mengendalikan ha­r­ga beras.

“Kami sudah sepakat me­ng­im­bau distributor, pedagang, dan pe­ngecer beras agar patuh pada re­gu­lasi HET. Imbauan ini ber­la­ku dua pekan. Jika tidak di­in­dah­kan, izinnya akan kami ca­but,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kon­ferensi pers di Jakarta, Senin (20/10).

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

22 April 2026
Siap-siap Harga Minyakita Naik

Siap-siap Harga Minyakita Naik

22 April 2026

Peringatan tersebut di­sam­pai­kan usai rapat koordinasi lin­tas kementerian dan lembaga ya­ng dihadiri Menteri Dalam Ne­ge­­ri Tito Karnavian, Menteri Per­dagangan Budi Santoso, Ka­polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Direktur Utama Bu­log Ahmad Rizal. Amran me­ne­gaskan, pemerintah tidak akan mem­biarkan terjadinya pe­la­ng­gar­an harga beras karena be­sarnya subsidi yang telah dia­lo­ka­sikan.

“Pemerintah telah me­ng­a­lo­ka­sikan subsidi beras sebesar Rp150 triliun. Dengan harga be­ras subsidi berkisar Rp4.900 hi­ng­ga Rp5.000 per kilogram, pe­ng­awasan distribusi dan pen­ju­alan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Selain pengawasan ad­mi­nis­tratif, pemerintah juga menggelar ope­rasi pasar secara paralel untuk men­stabilkan harga dn me­mas­ti­kan pasokan tetap terjaga. Ope­ra­si tersebut melibatkan Di­rek­torat Reserse Kriminal Khusus (Di­treskrimsus) di tingkat pro­vinsi, Kementerian Per­da­ga­ng­an, serta Perum Bulog.

Amran menegaskan bahwa p­e­nindakan akan dilakukan ter­ha­dap seluruh jenis beras, ter­ma­suk Stabilisasi Pasokan dan Har­ga Pangan (SPHP), beras pre­mium, maupun medium. “Se­mua jenis beras sudah memiliki HET dan regulasi yang wajib di­patuhi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sa­ma, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bah­wa per 20 Oktober 2025, ter­ca­tat 59 kabupaten dari total 514 ka­bu­paten/kota mengalami ke­na­ikan harga beras di atas HET.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menambahkan bahwa pi­hak kepolisian bersama Bulog akan melakukan pengawasan la­ng­sung di pasar tradisional mau­pun modern. “Kami akan pantau se­cara real time wilayah mana sa­ja yang melampaui HET, dan se­gera ambil langkah mulai dari te­guran, sanksi administrasi, hi­ngga penegakan hukum,” ka­tanya.

Data Panel arga Badan Pa­ng­an Nasional per 19 Oktober 2025 mencatat rata-rata harga be­ras SPHP nasional di tingkat kon­sumen sebesar Rp12.531 per ki­logram, sedikit di atas HET na­sional Rp12.500 per ki­lo­gram. Secara rinci, harga rata-ra­ta di Zona 1 tercatat Rp12.197 per kg, Zona 2 Rp12.785 per kg, dan Zona 3 mencapai Rp13.330 per kg. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper