
JAKARTA – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin (20/10) mengalami penurunan sebesar Rp13.000 menjadi Rp2.415.000 dari semula Rp2.428.000 per gram.
Untuk harga jual kembali (buyback) juga turun ke angka Rp2.264.000 per gram, serta dijual mulai dari gramasi 0,5 gram hingga 1 kilogram (1.000 gram). Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP. ?PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Sementara itu harga emas di pasar spot melemah pada awal perdagangan Senin usai mencatatkan penguatan mingguan selama sembilan pekan berturut-turut.
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot melemah 0,45% ke level US$4.234,90 per troy ounce pada pukul 07.20 WIB, atau jika dikonversi sebesar Rp2,24.
Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS kontrak Desemer 2025 terpantau menguat 0,56% ke level US$4.236,80 per troy ounce. Pada perdagangan Jumat pekan lalu, harga emas ditutup melemah 1,7%, penurunan harian terbesar sejak Mei.
Meskipun begitu, harga emas telah menguat nyaris 6% sepanjang pekan lalu. Untuk pertama kalinya sejak lima dekade, harga emas mencatat reli sembilan pekan beruntun.
Terakhir kali reli semacam ini terjadi adalah pada awal Juni hingga awal Agustus 2020. Meski momentum masih menguat, sejumlah analis mengingatkan agar investor tidak lengah.
Kepala Strategi Pasar FxPro Alex Kuptsikevich menilai emas sudah berada di wilayah overbought dan kini bersikap bearish. “Setidaknya, pasar butuh jeda teknikal,” katanya seperti dikutip Kitco Metals.
Kuptsikevich mengatakan meskipun sudah menguat sembilan pekan, belum pernah ada reli emas yang bertahan hingga 10 pekan berturut-turut. rep/mb06

