JAKARTA – Mayoritas harga pangan kompak mengalami penurunan secara rata-rata nasional pada hari ini, Senin (20/10). Mulai dari beras SPHP hingga beras bremium posisinya ada di rentang Rp12.480 hingga Rp15.890 per kilogram (Kg).
Mengacu pada panel harga pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), beras premium pada Senin turun 0,16% menjadi Rp15.890 per kg, sedangkan harga beras medium turun 1,49% menjadi Rp13.587 per kg dan beras SPHP turun 0,41% menjadi Rp12.480 per kg.
Harga tepung terigu (curah) juga turun 1,33% menjadi Rp9.583 per kg dan tepung terigu kemasan turun 3,67% menjadi Rp12.505 per kg.
Selain itu, harga telur ayam berada dalam tren penurunan harga rata-rata nasional, di mana per hari ini parkir di angka Rp30.297 per kg atau susut 0,59%. Diikuti harga daging ayam ras yang juga turun 2,17% menjadi Rp37.197 per kg.
Sementara itu, komoditas pangan sumber protein hewani lainnya seperti daging sapi murni turun 1,28% menjadi Rp133.814 per kg. Adapun, harga daging kerbau beku (impor) turun signifikan Rp15,08% menjadi Rp90.000 per kg, sedangkan harga daging kerbau segar (lokal) turun 4,72% menjadi Rp147.500 per kg.
Kemudian, harga minyak goreng kemasan turun 2,49% menjadi Rp20.373 per liter, minyak goreng curah turun 2,83% menjadi Rp17.017 per liter dan Minyakita turun 1,98% menjadi Rp17.098 per liter.
Harga cabai merah keriting juga tercatat turun 8,46% menjadi Rp51.352 per kg, cabai merah besar turun 11,89% menjadi Rp43.684 per kg, dan cabai rawit merah turun 9,79% menjadi Rp38.515 per kg. Selanjutnya, harga bawang merah hari ini turun 2,16% menjadi Rp38.183 per kg. Sementara itu, harga bawang putih bonggol justru berbalik naik 0,61% menjadi Rp37.228 per kg. Terakhir, gula konsumsi naik 0,12% menjadi Rp17.989 per kg dan garam konsumsi turun 2,39% menjadi Rp11.272 per kg.
Sementara itu, data Perum Bulog mencatatkan penyerapan beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka, yakni mencapai 3,13 juta ton per 15 Oktober 2025.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, capaian tersebut bahkan lebih tinggi dari mandat Presiden Prabowo Subianto yang memberikan titah untuk menyerap 3 juta ton beras pada tahun ini.
“Belum pernah Bulog itu menyerap di atas 1 juta ton dari dahulu. Salam sejarahnya Indonesia Merdeka dari 1945, baru tahun ini dapat menyeap 3 juta ton,” kata Rizal.
Rizal mengungkapkan capaian 3 juta ton terjadi pada September 2025. Di mana untuk periode Januari hingga September, Perum Bulog berhasil menyerap 3.075.679 ton.
Dalam kurun waktu dua minggu di Oktober, Perum bulog berhasil menyerap 61.507 ton beras. Alhasil, realisasi pengadaan beras sampai dengan 15 Oktober 2025 sebsar 3.137.185 ton.
Perlu diingat, meski saat ini berada pada masa panen gadu, Perum Bulog terus melakukan penyerapan.
Realisasi penyerapan besar ini meningkat sekitar 1,87 juta ton jika dibandingkan dengan 2024 yang sebesar 1,26 juta ton. Pada tahun ini, penyerapan tertinggi terjadi pada kurun waktu Maret hingga Mei atau pada periode panen raya dengan total mencapai 2,28 juta ton. bisn/mb06

