Mata Banua Online
Rabu, Mei 20, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Mengintip Kawasan Industri Batamindo Milik Salim Grup

BI Gelar Capacity Building Jurnalis Kalsel

by Mata Banua
13 Oktober 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Oktober 2025\14 Oktober 2025\7\7\ft bawah.jpg
KAWASAN INDUSTRI BATAMINDO – Executive Customer Service Division Batamindo, Hilda Herasmus, ketika menerima rombongan jurnalis Kalimantan Selatan memaparkan prosfek investasi di Batamindo, melalui maket.( Foto:mb/fadilah)

KOTA Batam terus mem­per­te­gas posisinya sebagai magnet in­ves­tasi baik bagi Penanaman Mo­dal Asing (PMA) maupun Pe­na­naman Modal Dalam Ne­ge­ri (PMDN).

Badan Pusat Statistik men­ca­tat pertumbuhan ekonomi Ba­tam sangat luar biasa. Pe­r­tum­buh­an ini selaras dengan peran Ba­tam sebagai Kawasan Eko­no­mi Khusus sejak era 1970-an.

Berita Lainnya

Jelang Idul Adha, Cabai hingga Migor Mahal

Jelang Idul Adha, Cabai hingga Migor Mahal

19 Mei 2026
Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

Rupiah Lemah, Ancaman Kenaikan Harga Pangan

19 Mei 2026

Letaknya yang berbatasan lang­sung dengan Singapura dan Ma­laysia membuat Batam di­ju­lu­ki sebagai bagian dari “Se­gi­ti­ga Emas” Asia Tenggara.

Pada kegiatan Capacity Buil­ding yang digelar Bank In­do­nesia Perwakilan Kalimantan Se­latan untuk bagi para jurnalis, khu­susnya beberapa Pimpinan Re­daksi media di Kalimantan Se­la­tan dan para finalis Kom­pe­t­i­si Karya Tulis Jurnalis (KKTJ) 2025 yang berlangsung di Ba­tam 7-8 Oktober 2025, me­n­da­pat kesempatan meninjau sebuah ka­wasan industri yang terbesar di kota Batam.

Bersama dengan tim Humas BI Perwakilan Kalimantan Se­la­tan, pada hari kedua kegiatan yak­ni Rabu (8/10/2025) kami di­a­jak ke PT Batamindo In­vest­ment Cakrawala (BIC) yaitu pe­ru­sahaan Pengelola Kawasan In­dus­tri Batamindo (BIP) yang me­rupakan anak perusahaan dari Gallant Venture Pte Ltd, sebuah pe­rusahaan induk yang berbasis di Singapura.

Batamindo, merupakan ka­wasan industri yang sejak awal di­rancang sebagai kota industri ter­padu dan ini hasil kerja sama an­tara Pemerintah Indonesia dan Si­ngapura di bawah naungan PT Salim Grup.

Menurut Hilda Herasmus, Exe­cutive Customer Service Di­vision Batamindo, yang menjadi tour guide pada hari itu men­je­las­kan apa dan bagaimana ka­was­an itu beroperasi.

“Dari gedung ini kita bisa me­mantau seluruh operasional ka­wasan industri seluas 360 hek­tare, dengan ekspansi tam­bah­an 320 hektare yang kini te­ng­ah dikembangkan,” jelas Hilda dengan menunjukan se­buah maket kawasan yang me­re­ka kelola.

Dalam hal ini Batamindo me­na­warkan lima tipe gedung in­dus­tri, dengan tipe A yang pa­ling luas, hingga tipe D yang ter­diri dari empat gedung kecil. Ka­wasan ini menjadi rumah bagi 74 perusahaan, di mana 20 di an­taranya adalah perusahaan da­lam negeri, sementara sisanya me­rupakan perusahaan mul­tinasional dari Hongkong, Tai­wan, Amerika, Malaysia, Jep­a­ng, Austalia hingga India.

Menariknya, salah satu pe­ru­sahaan asal Hongkong bahkan me­ngoperasikan 27 gedung han­ya untuk memproduksi coffee ma­ker. Sementara perusahaan la­in fokus pada perangkat elek­tronik seperti smartphone dan per­lengkapan rumah tangga.

Tak hanya unggul dalam hal pro­duksi, Batamindo juga men­ja­di contoh kawasan industri mo­dern yang berkelanjutan. “Ka­mi juga siap menyediakan su­mber daya manusia atau te­na­ga kerja yang dibutuhkan para ives­tor yang menggunakan ka­was­an industri disini. Mereka cu­kup membawa modal dan ka­mi yang mencarikan tenaga ker­ja­nya,” papar Hilda, seraya men­yebutkan saat ini tenaga ker­ja yang terserap di kawasan in­dus­tri Batamindo mencapai 45 ri­bu karyawan.

Di tengah kekhawatiran akan krisis energi, kawasan ini men­jamin tidak ada pemadaman lis­trik, berkat pembangkit listrik man­diri serta pengembangan so­lar panel berkapasitas 11,6 mega watt yang merupakan pilot pro­ject bersama Kementerian Pe­rin­dustrian dan Perserikatan Ba­ng­sa-Bangsa (PBB).

Selain itu, sistem pengolahan air bersih dan limbah di kawasan ini dinobatkan sebagai yang ter­baik kedua di Indonesia. “Saat pan­demi Covid-19 lalu, banyak pe­ru­sahaan justru mengalami lon­jakan omzet karena pemintaan ter­hadap produk elektronik ru­mah tangga meningkat drastis,” tam­bah Hilda.

Dalam jangka panjang, ka­wasan ini masih memiliki ca­da­ng­an lahan sekitar 46 hektare ya­ng telah diblok untuk pe­ng­em­bangan lebih lanjut, salah sa­tu­nya akan difokuskan untuk sek­tor logistik.

Kawasan Industri Ba­ta­min­do bukan sekadar area produksi, ta­pi contoh nyata bagaimana ka­wasan industri modern bisa tum­buh, berkelanjutan, dan menjadi pe­nggerak ekonomi nasional. (fadilah)

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper