Mata Banua Online
Kamis, April 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Rupiah Menguat Ditopang Optimisme Suku Bunga Fed turun Dua Kali lagi

by Mata Banua
9 Oktober 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Oktober 2025\10 Oktober 2025\7\7\3.jpg
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah.(foto:mb/ant)

JAKJARTA – Analis Bank Woori Saudara Rully Nova me­n­ganggap penguatan nilai tukar (kurs) rupiah ditopang optimisme penurunan suku bunga Federal Re­serve (The Fed) dua kali lagi hingga akhir tahun 2025.

“Rupiah pada perdagangan h­ari ini diperkirakan menguat di kis­aran Rp16.500-Rp16.575 di­pengaruhi oleh global, (yakni) rilis notulen meeting September The Fed yang memberikan op­ti­mis­me penurunan suku bunga dua kali lagi sampai dengan akhir ta­hun ini,” ujarnya di Jakarta, Ka­mis.

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

22 April 2026
Siap-siap Harga Minyakita Naik

Siap-siap Harga Minyakita Naik

22 April 2026

Mengutip Anadolu, The Fed di­perkirakan akan menurunkan suku bunga pada Oktober dan Desember 2025.Potensi pe­ma­ng­kasan ini didorong angka inflasi Amerika Serikat (AS) yang le­mah, data pengangguran AS me­ni­ngkat, serta desakan Presiden AS Donald Trump.

Sementara itu, terlepas dari ke­khawatiran seputar penutupan pemerintah AS, harga emas melanjutkan tren kenaikannya, di­dorong oleh risiko geopolitik, kekhawatiran terhadap ekonomi global, permintaan emas bank sentral, dan siklus penurunan suku bunga The Fed.

Menyusul desakan Presiden AS Donald Trump, The Fed memangkas suku bunga acu­­an­nya sebesar 25 basis poin pekan lalu.Untuk pertemuan The Fed di bulan Oktober dan Desember, pasar memperkirakan penurunan suku bunga baru. Angka inflasi yang lemah dan meningkatnya data pengangguran, serta Trump, dapat mendorong The Fed untuk menurunkan suku bunga.

Bagi Kepala Ekonom Per­ma­ta Bank Josua Pardede, rilis notulensi Federal Open Market Committee (FOMC), me­nun­juk­kan sebagian anggota FOMC mendukung pemangkasan suku bunga kebijakan lebih lanjut, tetapi mereka tetap berhati-hati ter­hadap risiko inflasi.

Beberapa anggota juga mem­prediksi penurunan signifikan da­lam lapangan kerja di AS k­e­mu­ng­kinan kecil terjadi.Ini meng­a­fir­masi sikap hati-hati anggota FOMC terhadap laju pe­lo­ng­garan.

Para anggota menegaskan bah­wa mereka akan men­yei­m­ba­ng­kan risiko inflasi dan lapangan kerja dalam menilai keputusan kebijakan selanjutnya.”Sementara dari domestik, rilis data survei keyakinan konsumen oleh BI ma­sih menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap kondisi pe­re­ko­nomian Indonesia ke depan,” ucap Rully Nova.

Bank Indonesia (BI) mela­por­kan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada pada level optimis atau indeks lebih dari 100, yakni sebesar 115,0, Ke­yakinan konsumen tetap terjadi karena ditopang Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Kamis di Jakarta menguat sebesar 17 poin atau 0,10 persen men­jadi Rp16.556 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.573 per dolar AS.ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper