Mata Banua Online
Kamis, April 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Menko AirlangganSebut B50 Sudah Uji Jalan

by Mata Banua
9 Oktober 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Oktober 2025\10 Oktober 2025\7\7\HL.jpg
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi keterangan ketika ditemui setelah Investor Daily Summit 2025 di Jakarta.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bi­dang Pere­ko­no­mi­an Airlangga Hartarto men­yam­paikan bahwa bahan bakar biodiesel 50 (B50) sudah menjalani uji jalan untuk diim­ple­men­tasikan pada 2026.

“Ini sedang dilakukan ‘road test’ sampai enam bulan ke depan,” ucap Airlangga ketika ditemui setelah Investor Daily Summit 2025 di Jakarta, Kamis.

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

22 April 2026
Siap-siap Harga Minyakita Naik

Siap-siap Harga Minyakita Naik

22 April 2026

Airlangga menyampaikan akan menjadwalkan Rapat Kerja Nasional Komite Pengarah (Komrah) dengan Badan Peng­e­lo­la Dana Perkebunan (BPDP), se­bab pengimplementasian B50 mem­butuhkan pasokan minyak sawit mentah atau “crude palm oil” (CPO).

B50 adalah jenis bahan bakar diesel terbarukan yang me­ru­pakan campuran dari 50 persen CPO dan 50 persen solar kon­ven­si­onal (fosil). Oleh karenanya, ke­bu­tuhan akan CPO harus dikoordinasikan dengan BPDP.

“Nanti kami jadwalkan (Ra­pat Komrah), tetapi ‘road test’ (uji jalan) sudah mulai,” kata Airlangga.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa uji jalan penggunaan B50 di­lakukan di berbagai kendaraan secara paralel.

“Kalau tesnya ada di loko­mo­tif, ada kereta, ada mesin ka­pal, ada gensetnya di PLTU (pem­bangkit listrik tenaga uap),” kata Eniya.

Saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengupayakan agar bio­diesel 50 atau B50 tetap diim­plementasikan pada 2026, meskipun sedang mempertim­ba­ng­kan opsi B45.

Pertimbangan menggunakan B45 tersebut didasari oleh ke­bu­tuhan dan volume FAME atau Fatty Acid Methyl Ester yang di­dapatkan dari minyak kelapa sawit (crude palm oil).

Kebutuhan FAME untuk mengimplementasikan B45 adalah 17 juta kiloliter (KL). Di sisi lain, untuk men­g­imp­lem­e­n­ta­sikan B50 membutuhkan 19 juta KL.

Sedangkan, ketersediaan FAME pada 2025 berada di ki­saran 15,6 juta KL.

Saat ini, Indonesia sudah me­ngimplementasikan mandatori B40. Per September, im­ple­men­tasi B40 sudah mencapai 10 juta kiloliter (KL), atau 64,7 persen dari target 15,6 juta KL.

Selain itu, implementasi B40 pada 2025 juga telah menghemat devisa negara sekitar 9,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp147,5 triliun. ANT

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper