Mata Banua Online
Kamis, April 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

FHCI Dorong Transformasi SDM Hadapi Era AI

by Mata Banua
9 Oktober 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Oktober 2025\10 Oktober 2025\7\7\5.jpg
SVP HC Strategy & Talent Management PT Bank Mandiri Tbk, Handi Kurniawan (kiri), Head of Government & Public Sector Indonesia Linkedin Lanny Wijaya (dua dari kiri), President Director Mercer Indonesia & Mercer Market Leader For Indonesia Isdar Andre Marwan (dua dari kanan), dan SVP HC Services PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sriyani Puspa Kinasih (kanan) dalam acara FHCI Connect Expert 3: HC Talent Development: Global Trend, Future Insight and Development di Gedung Nawasena, Mandiri Corporate University.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Forum Human Ca­pital Indonesia (FHCI) men­e­kan­kan pentingnya transformasi sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi era kecerdasan buatan (AI).

FHCI menilai penguatan ta­lenta dan peran strategis HR men­jadi syarat utama agar organisasi te­tap relevan dengan perubahan ce­pat di dunia kerja.Hal itu di­sam­paikan dalam FHCI Connect Expert Series 3 bertema “HC Talent Development: Global Trend, Future Insight and De­velopment” di Nawasena Buil­ding Mandiri Corporate Uni­ver­sity, Jakarta, Rabu (8/10).

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

22 April 2026
Siap-siap Harga Minyakita Naik

Siap-siap Harga Minyakita Naik

22 April 2026

Wakil Ketua Umum FHCI yang juga Direktur Manajemen SDM dan Transformasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Hadjar Seti Adji menegaskan pen­tingnya pengembangan talenta human capital agar calon pe­mim­pin di level strategis memiliki kapasitas yang mumpuni.

“Seringkali posisi direktur HC justru dijabat oleh orang di lu­ar bidang HC karena talenta in­ternal belum cukup siap. Karena itu, pengembangan talenta HC ha­rus dipastikan berjalan dengan ba­ik dan berkesinambungan,” ujar Hadjar.

Acara, yang juga dihadiri oleh SVP Learning Human Ca­pi­tal PT Danantara Asset Ma­na­gement (Persero) Muhammad Fahmi El Mubarak tersebut, menghadirkan tiga pakar sumber daya manusia, yaitu President Director Mercer Indonesia Isdar Andre Marwan, Head of Go­ver­nment and Public Sector LinkedIn Indonesia Lanny Wijaya, dan SVP Group Head Human Capital Strategy & Talent Management Bank Mandiri Handi Kurniawan.

Isdar Andre Marwan men­y­oroti rendahnya investasi peru­sa­haan pada fungsi SDM.Berdasarkan data Mercer, pa­da 2020 peningkatan anggaran HR hanya 0,76 persen, lebih ren­dah dari IT, yakni tiga persen, mau­pun keuangan, satu persen.

“Padahal, HR memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi bisnis. Saat ini 60 persen fungsi HR masih terserap pada administrasi, hanya 10 persen yang menyentuh strategi,” ujarnya.

Isdar menekankan perlunya per­geseran peran HR dari sekadar transaksi menuju stra­tegi.”HR harus mampu shift from perform to transform, meningkatkan efisiensi dengan teknologi, serta memb­a­ng­un employee experience yang baik. Karyawan dengan peng­a­lam­an kerja positif terbukti 14 persen lebih produktif dan lebih jarang absen,” katanya.

Lanny Wijaya menekankan pe­rubahan lanskap keterampilan di Indonesia.Menurut data LinkedIn, dalam lima tahun te­rakhir jumlah lowongan pe­ker­jaan di platform turun dari sekitar 40 ribu menjadi 19 ribu pada awal 2024, sebelum kembali naik men­jadi 21 ribu pada Juli.

“Hal ini menunjukkan pasar tena­ga kerja terus berubah. Da­lam lima tahun ke depan, 68 per­sen keterampilan di Indonesia akan berubah,” ujarnya.

Ia menambahkan perusahaan ha­rus membangun AI-first talent org­anization dengan fokus pada li­terasi digital, pe­ng­em­b­angan soft skills, serta etika peng­gu­naan teknologi.Sementara itu, Handi Kurniawan menegaskan pen­tingnya kerangka 70-20-10 da­lam pengembangan talenta, yai­tu 70 persen pembelajaran melalui pengalaman kerja, 20 per­sen dari mentoring dan coaching, serta 10 persen dari pembelajaran formal.

“Kerangka ini terbukti efektif dan berbasis riset. Tantangannya ada pada eksekusi, kualitas feedback, dan mutu program peng­embangan itu sendiri,” ka­tanya.

Handi juga menekankan perlunya niat tulus dalam me­m­bi­na SDM.”Kalau kita me­ng­em­bangkan orang tanpa intensi yang benar, orang akan me­ra­sa­kannya. Tetapi jika dengan niat ba­ik, dampaknya akan membekas se­panjang karier mereka,” ujarnya.

Melalui forum ini, FHCI menegaskan kembali pentingnya pe­nguatan talenta, transformasi peran HR, serta pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab agar dunia kerja di Indonesia mampu menghadapi era AI dengan lebih adaptif. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper