Mata Banua Online
Kamis, April 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Indonesia Ekspor 206,7 Ribu Ton Kopi pada Semester I-2025

by Mata Banua
8 Oktober 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

D:\2025\Oktober 2025\9 Oktober 2025\7\7\3.jpg

Pekerja menunjukan biji kopi yang diproses natural di Gombengsari, Banyuwangi, Jawa Timur.(foto:mb/ant)

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

22 April 2026
Siap-siap Harga Minyakita Naik

Siap-siap Harga Minyakita Naik

22 April 2026

JAKARTA – Indonesia me­ng­ek­spor 206,7 ribu ton kopi se­pan­jang semester pertama tahun 2025 ke berbagai negara tujuan, ter­ma­suk Amerika Serikat, Uni Ero­pa, Jepang, Timur Tengah, dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Deputi Bidang Usaha Me­ne­ng­ah Kementerian Usaha Mikro, Ke­cil, dan Menengah (UMKM), Ba­gus Rachman, dikutip dari ke­te­rangan pers di Jakarta, Rabu, men­yampaikan bahwa pen­ca­pai­an ini menjadi bukti nyata daya sa­ing UMKM Indonesia di kan­cah internasional.

“Indonesia adalah salah satu pe­ng­hasil kopi terbesar di dunia, de­ng­an lebih dari 90 persen per­k­ebunan dikelola oleh petani rak­yat,” ujar Bagus.

Salah satu sorotan ekspor ter­ba­ru adalah pengiriman 15 ton ko­pi specialty Argopuro Walida se­ni­lai Rp3 miliar ke Jeddah, Arab Saudi, pada Senin (6/10).

Kopi ini merupakan hasil ke­mit­raan antara Kelompok Mas­ya­rakat (Pokmas) Argopuro Walida dan 568 petani kopi di Si­tubondo, dengan potensi ke­mit­ra­an yang dapat menjangkau hi­ng­ga 1.500 petani.

Bagus menambahkan untuk me­maksimalkan potensi kopi na­si­onal, Kementerian UMKM te­lah meluncurkan program Hol­ding UMKM Klaster Per­ke­bunan.

Program ini bertujuan mem­ba­ngun ekosistem rantai pasok ya­ng terintegrasi antara usaha mik­ro, kecil, menengah, dan pe­ru­sahaan besar, sehingga ko­mo­di­tas unggulan seperti kopi dapat me­miliki nilai tambah yang tinggi.

“Kopi Argopuro menjadi con­toh nyata bagaimana usaha me­ne­ngah dapat menjadi lo­ko­mo­tif penggerak ekosistem UMKM,” ujar Bagus.

Dalam skema holding ini, usa­ha menengah akan berperan se­bagai operator yang men­ja­lan­kan empat pilar utama: agregator, in­kubasi, pemasaran, dan pen­da­naan.

Pendekatan klaster ini di­ha­rap­kan mampu menghubungkan UMKM secara sistematis, me­n­do­rong produktivitas, efisiensi, in­o­vasi, dan keberlanjutan.

“Dengan dukungan dari pe­m­erintah, BUMN, swasta, dan lem­baga keuangan, kita bisa mem­bangun ekosistem kemitraan ya­ng tangguh dan berdaya saing ti­ng­gi,” kata Bagus.

Ketua Pokmas Argopuro Walida, Muhlisin, menyatakan ke­si­apan pihaknya untuk menjadi ope­rator dalam program Holding UMKM Klaster Perkebunan.

“Kami siap menjadi operator agar semakin banyak petani kopi ter­hubung, semakin kuat je­ja­ri­ng­nya, dan semakin luas pa­sar­nya,” ujar Muhlisin.

Badan Pusat Statistik (BPS) men­catat nilai ekspor kopi In­do­nesia sepanjang tahun 2024 men­ca­pai 1,63 miliar dolar AS, me­ningkat 76,3 persen d­i­ban­di­ng­kan tahun 2023. Lima negara tu­juan ekspor kopi utama pada 2024, yaitu Amerika Serikat, Me­sir, Malaysia, Belgia, dan Rus­ia. ant/rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper