
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada September 2025 sebesar 0,21% secara bulanan (MtM) dan 2,65% secara tahunan (YoY). Emas perhiasan menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menyampaikan secara bulanan penyumbang utama inflasi September 2025 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi 0,11% dengan komoditas penyumbang utama cabai merah dan daging ayam ras.
“Secara tahunan penyumbang utama inflasi September 2025 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi 1,43%. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah cabai merah, bawang merah, an beras,” ujarnya dalam konferensi pers pada Rabu.
Lebih lanjut, secara bulanan Habibullah menyebutkan kelompok kedua penyumbang utama inflasi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan inflasi sebesar 1,24% dan andil inflasi sebesar 0,08%.
Komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar dalam kelompok ini adalah emas perhiasan. “Komoditas emas perhiasan telah mengalami inflasi 25 bulan berturut-turut atau sejak September 2023,” tambahnya.
Tak hanya itu, BPS juga melaporkan inflasi emas perhiasan pada bulan kesembilan tahun ini merupakan inflasi tertinggi dalam lima bulan terakhir.
Sementara, menurut komponen secara bulanan, pada periode yang sama komponen inti meg_alami inflasi sebesar 0,18% dengan andil inflasi sebesar 0,11% dengan komoditas utama emas perhiasan dan biaya kuliah akademi/perguruan tinggi.
Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 0,06% dengan andil inflasi sebesar 0,01%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen ini adalah sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT).
Adapun, komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,52% dengan andil inflasi sebesar 009%. “Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen bergejolak adalah cabai merah, daging ayam ras, dan cabai hijau,” kata Habibullah.
Sementara komoditas beras-yang biasanya menjadi penyumbang utama inflasi-pada September 2025 justru tercatat mengalami deflasi. Deflasi beras secara bulanan di September merupakan yang kedua pada 2025, setelah sebelumnya terjadi pada April 2025.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi pada September 2025 sebesar 0,11 persen. Beberapa komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok tersebut yakni cabai merah, daging ayam ras, dan cabai hijau.
“Inflasi ketiga komoditas tersebut memiliki pola berbeda jika dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, di man pada September 2024 ketiga komoditas itu mengalami deflasi,” jelasnya. bisn/mb06

