Mata Banua Online
Kamis, April 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Mana Lebih Relevan Bagi Gen Z, Beli Rumah Atau Kontrak

by Mata Banua
10 Agustus 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Agustus 2025\11 Agustus 2025\7\hal Ekonomi 11 Agustus) )\hal 7 - 2 klm (bawah).jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Harga rumah di kota besar terus melambung, didorong keterbatasan lahan, pertumbuhan penduduk, dan tingginya permintaan.

Data pemerintah menunjukkan harga tanah di kawasan metropolitan tumbuh jauh lebih cepat dibanding kenaikan pendapatan. Hal itu membuat daya beli masyarakat atas hunian, terutama generasi muda, semakin tertekan.

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

22 April 2026
Siap-siap Harga Minyakita Naik

Siap-siap Harga Minyakita Naik

22 April 2026

Kondisi ini memicu dilema di kalangan pasangan muda, khususnya generasi Z yang kini berusia 13-28 tahun.

Di satu sisi, rumah adalah kebutuhan dasar dan simbol pencapaian. Di sisi lain, harga yang tinggi, cicilan jangka panjang, dan lokasi yang kerap jauh dari pusat aktivitas membuat sebagian memilih menyewa.

Pertanyaannya, apakah membeli rumah di tengah situasi ini masih relevan, atau justru menyewa lebih masuk akal?

Menurut perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho, membeli rumah bagi pasanan Gen Z di kota besar masih relevan.

“Memiliki rumah sendiri masih tetap menjadi impian bagi sebagian orang. Entah sebagai wujud hasil jerih payah dan kerja keras, sebagai tempat beristirahat dan pulang bercengkerama dengan keluarga, atau bahkan juga sebagai bentuk prestige,” ujarnya.

Namun ia mengingatkan tidak semua orang siap dengan konsekuensi finansialnya. Perasaan menyesal setelah mengambil KPR menurutnya wajar.

“Ketika kita mengambil KPR berarti kita akan terikat kontrak perjanjian jangka panjang yang bahkan bisa mencapai 15-20 tahun. Kita harus mengorbankan berbagai kebutuhan lainnya termasuk untuk bersenang-senang dengan lebih leluasa karena dananya digunakan untuk membayar cicilan rumah,” kata Andi.

Kondisi pasar membuat rumah yang lebih terjangkau umumnya berada di wilayah penyangga jauh dari pusat aktivitas kerja. Andi menyebut ini sebagai dilema.

Jika dekat dengan pusat kota, harga bisa jauh lebih mahal dengan ukuran kecil dan lokasi yang mungkin kurang nyaman. Jika mencari yang murah, jaraknya bisa jauh dari tempat kerja.

“Apabila sudah membeli rumah di daerah penyangga dan kemudian akhirnya tidak ditempati karena merasa terlalu jauh dari tempat kerja dan justru ngontrak rumah dekat tempat kerja, maka rumah tersebut bisa kita sewakan/kontrakan sehingga uang sewanya bisa menggantikan uang cicilan kita ke bank,” sarannya.

Keputusan membeli atau menyewa menurut Andi harus disesuaikan dengan preferensi dan tujuan finansial setiap orang. Membeli rumah di lokasi jauh bisa dianggap sebagai investasi, namun membutuhkan kesiapan dana untuk uang muka (DP) sekitar 20 persen dari harga rumah dan komitmen cicilan bulanan.

Perencana keuangan OneShildt Budi Rahardjo menekankan rumah adalah kebutuhan dasar, namun harga di perkotaan memang kerap sulit dijangkau, terutama untuk rumah tapak.

“Batasan nilai cicilan KPR yang sehat adalah maksimal 35 persen dari pendapatan rutin. Antisipasi naiknya tingkat suku bunga apabila mengambil KPR dengan bunga promo, karena ketika masa promo sudah berakhir apakah keuangan masih mampu untuk membayar cicilan tanpa merasa terbebani,” ujar dia. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper