
BANJARBARU – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Selatan (PWI Kalsel) Zainal Helmie menyerahkan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Provinsi Kalsel M Muslim, Selasa (11/3).
Penyerahan laporan ini dilakukan di tepat satu bulan pascapelaksanaan HPN yang di hadiri sekitar 2.000 delegasi dari 30 provinsi.
Helmie menyampaikan apresiasi kepada dinas kominfo yang memberikan dukungan penuh hingga HPN terlaksana dengan sukses dan lancar.
“Terima kasih kepada pak gubernur dan Pak Muslim serta seluruh jajaran Pemprov Kalsel yang telah memberikan dukungan anggaran dan dukungan moril hingga HPN bisa terlaksana dengan sukses dan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan Pemprov Kalsel terhadap berbagai kegiatan pers di Banua adalah bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjalin kemitraan yang positif.
Ia berharap kemitraan yang setara ini bisa dikembangkan dalam berbagai kegiatan lainnya untuk mendukung penyebaran informasi publik yang mencerahkan dan mencerdaskan.
“Pers dan media mengambil peran sebagai kontrol sosial. Tapi juga ada peran penting lainnya, yaitu edukasi dan literasi. Dalam peran kontrol sosial, kami mengawal dan mengawasi setiap kebijakan publik. Tapi dalam peran edukasi dan literasi informasi publik, kami berharap bisa membangun kemitraan yang lebih kuat dengan pemerintah provinsi melalui diskominfo,” ucapnya.
Senada, Kadis Kominfo Kalsel M Muslim berharap peran pers tak hanya melakukan kontrol, tapi juga mencerahkan dan mencerdaskan melalui penyebaran informasi yang sehat.
“Bagi kami, pers adalah mitra strategis dalam di seminasi informasi publik. Kami sangat terbuka untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dalam memberikan informasi yang sehat dan mencerahkan bagi publik,” ujarnya.
Ia juga berharap pelaksanaan HPN di Kalsel bisa memberikan manfaat ekonomis bagi berbagai pelaku UMKM yang ikut dilibatkan dalam menyukseskan event nasional tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan event nasional tak hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga bisa memberi manfaat dan keuntungan bagi pelaku usaha. “Misalnya, hotel dan transportasi, kemudian pariwisata dan termasuk pelaku UMKM lainnya. Harapan kita setiap kegiatan besar tingkat nasional bisa memberikan banyak manfaat bagi daerah,” pungkasnya. rls

