
JAKARTA – Pemerintah menggelar operasi pasar (OP) pangan murah secara serentak di seluruh Indonesia. Salah satu komoditas yang dijual adalah daging kerbau dengan harga Rp75 ribu per kilogram (kg).
Harga ini lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang berkisar Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kg.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan harga pangan murah ini diperuntukkan bagi masyarakat luas, bukan untuk pedagang atau spekulan.
“Harga daging kerbau saat ini sangat baik, turun menjadi Rp75 ribu dari sebelumnya Rp80 ribu atau Rp90 ribu per kg. Namun, saya ingin menegaskan bahwa ini bukan untuk trader, melainkan untuk masyarakat umum,” ujar Arief di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan.
Ia menyebut operasi pasar ini dilakukan di 215 titik PT Pos Indonesia serta di 514 kabupaten/kota di 38 provinsi. Menurutnya, pemerintah sengaja menggelarnya di lokasi yang jauh dari pasar tradisional guna menjaga keseimbangan distribusi.
“Pagi ini kita meluncurkan gerakan pangan murah di seluruh Indnesia, ditambah beberapa lokasi operasi pasar. Secara serentak, dinas-dinas yang menangani pangan, pertanian, dan perdagangan juga melakukan hal yang sama dengan tujuan agar harga pangan tetap stabil,” tambah Arief.
Ia menekankan pentingnya menjalankan dua sistem secara bersamaan, yaitu mekanisme pasar yang sudah berjalan serta operasi pasar tambahan untuk menjaga stabilitas harga pangan.
“Pak Menko Pangan (Zulkifli Hasan) menyampaikan bahwa kedua mekanisme ini harus tetap berjalan. Yang sudah ada tetap berjalan, sementara tambahan dari operasi pasar ini juga harus berjalan. Tadi Pak Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) juga menyebutkan bahwa program ini sebaiknya diteruskan. Jadi, nantinya gerai-gerai di PT Pos bisa berkelanjutan dalam menyediakan pangan murah,” jelasnya.
Dalam program ini, pemerintah menggandeng berbagai pihak, termasuk Pinsar (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia), Peternak Layer Nasional untuk ayam dan telur, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), serta sejumlah perusahaan pangan seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN), ID Food, Perum Bulog, PT Berdikari, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semua ini dilakukan agar menjelangRamadan masyarakat bisa beribadah lebih tenang, lebih baik, dan lebih khusyuk. Menjelang Lebaran nanti, kami juga akan menggelar operasi pasar serupa untuk memastikan harga tetap terkendali,” tambah Arief.
Adapun OP pangan murah ini ditargetkan dapat mencapai 4.500 titik dengan jaringan PT Pos Indonesia.
Pelaksanaannya direncanakan ada setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 11.00 waktu setempat sampai 29 Maret 2025 atau H-3 Idulfitri 1446 Hijriah.
Adapun pangan pokok strategis yang diprioritaskan dijual dengan harga khusus antara lain Minyakita, bawang putih, gula konsumsi, daging kerbau beku, dan beras SPHP. cnn/mb06

