Mata Banua Online
Senin, April 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Operasi Pasar Murah Sudah Dimulai

by Mata Banua
24 Februari 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Februari 2025\25 Februari 2025\7\7\hal Ekonomi (25     Februari)\asc.jpg
PASAR MURAH DIMULAI – Operasi Pasar pangan murah menjelang Ramadhan 1446 Hijriah, dimulai sejak Senin (24/2) berlangsung serentak di seluruh tanah air. Ada 4.000 titik lebih di seluruh Indonesia, OP ini memprioritaskan berupa lima komoditas pangan yaitu Minyakita, bawang putih, gula konsumsi, daging kerbau beku, dan beras SPHP. Jenis pangan lain juga tetap disediakan. (foto;mb/ant)

JAKARTA – Pemerintah menjamin stabilitas pasokan dan harga pangan dengan menggelar Operasi Pasar Pangan Murah menjelan Ramadhan 1446 Hijriah. Operasi pasar tersebut dimulai hari ini, Senin (24/2).

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, hal ini merupakan bentuk komitmen pemerintah menghadirkan pangan yang lebih dekat ke masyarakat. “Mulai 24 Februari, sesuai keputusan rapat bersama Bapak Menko Pangan, Bapak Menteri Pertania, dan ada juga Kementerian Perdagangan, semua kementerian lembaga yang terkait pangan, BUMN dan private sector, menggelar operasi pasar pangan murah. Kita akan siapkan hingga 4.000 titik lebih di seluruh Indonesia, seperti di Kantor Pos Indonesia, dan juga di 514 kabupaten/kota,” kata Arief dalam keterangan resmi NFA, dikutip Senin.

Berita Lainnya

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

26 April 2026
Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

26 April 2026

Ia menjelaskan gelaran perasi Pasar Pangan Murah yang dimulai hari ini, berlangsung serentak di seluruh tanah air. Aksi tersebut melibatkan stakeholder pangan kementerian dan lembaga, BUMN Pangan, asosiasi dan pelaku usaha pangan, serta pemerintah daerah.

“Operasi Pasar Pangan Murah ini memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau, khususnya menjelang bulan Rmadhan. Berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, daging sapi, serta aneka sayur dan buah akan tersedia dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar,” jelas Arief.

Adapun pangan pokok strategis selama operasi pasar yang diprioritaskan berupa lima komoditas pangan yaitu Minyakita, bawang putih, gula konsumsi, daging kerbau beku, dan beras SPHP. Jeis pangan lain juga tetap disediakan. Sementara untuk periode pelaksanaan direncanakan mulai 24 Februari sampai H-3 Idulfitri 1446 Hijriah.

“Ini juga sesuai dengan perintah Bapak Presiden Prabowo agar masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri dapat memperoleh harga pangan pokok yang lebih murah. Jadi ini cara kita menurunkan dan menjaga ketersediaan, yakni dengan mendekatkan diri k masyarakat sebagai konsumen. Insya Allah harga bisa terkendali,” kata Arief.

Lebih lanjut, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi turut mengatakan akan mengupayakan operasi pasar dapat menyediakan harga di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi) dan HAP (Harga Acuan Penjualan) di tingkat konsumen.

“Jadi kita itu punya HET dan HAP. Nah ini kalau operasi pasar basanya harganya di bawah itu. Ini yang kita harapkan, tentunya support dari seluruh pihak, termasuk swasta, asosiasi-asosiasi di bidang pangan. Jadi ada asosiasi minyak goreng, kemudian peternak layer ayam boiler, private sector. Semuanya kita ajak terlibat dalam menjaga harga jelang Ramadhan dan Lebaran ini,” ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bdan Perencanaan Pembangunan Nasional menetapkan arah kebijakan swasembada, salah satunya indeks Nilai Tukar Petani (NTP) di 2029 mendatang di kisaran 119 hingga 120. Dengan itu, pemerintah saat ini sangat serius mengungkit kesejahteraan kalangan petani. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper