Mata Banua Online
Jumat, Januari 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

DPRD Kalsel Minta Ditindak Nelayan Pengguna Cantrang

by Mata Banua
11 Februari 2025
in Indonesiana, Kotabaru
0
D:\2025\Februari 2025\13 Februari 2025\2\BERITA DAN FOTO UNTUK HALAMAN 2, TERBIT RABU TANGGAL 12 FEBRUARI  2025\3.jpg
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, H Firmasnyah saat serap aspirasi para nelayan warga Pulau Kerayaan Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru (Foto:mb/ist)

KOTABARU – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H Firmasnyah menyerap aspirasi para nelayan warga Pulau Kerayaan, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru.

Para warga yang rata-rata sebagai nelayan di laut banyak mengeluhkan terkait maraknya penggunaan Cantrang atau Pukat Harimau oleh para nelayan dari Pulau Jawa yang menghancurkan ekosistem laut di sekitar kawasan perairan Kabupaten Kotabaru.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\23 Januari 2026\2\2\Dewan Dorong Solusi Komprehensif Atasi Banjir.jpg

Dewan Dorong Solusi Komprehensif Atasi Banjir

22 Januari 2026
G:\2026\Januari\23 Januari 2026\2\2\2.jpg

Siwas Polres Tabalong Gelar Supervisi

22 Januari 2026

“Warga terutama para nelayan Pulau Kerayaan resah, karena banyaknya kapal nelayan dari Pulau Jawa yang menggunakan Cantrang atau Pukat Harimau sehingga efeknya dapat menghancurkan ekosistem laut sekitar Kabupaten Kotabaru,” kata H Firmansyah saat dihubungi via Hanphone di Banjarmasin, Selasa (11/2) sore.

Dengan banyaknya penggunaan Cantrang atau Pukat Harimau tersebut berimbas dengan hasil tangkapan nelayan setempat yang tidak maksimal lagi, ditambah lagi rusaknya ekosistem terumbu karang dan lainnya.

Permasalahan ini harus segera diatasi secara bersama-sama semua pihak baik pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya, terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru yang memiliki wilayah lautnya sendiri.

“Permasalahan ini akan saya sampaikan kepada pimpinan dewan dan pemerintah daerah terkait agar segera diselesaikan, kasihan para nelayan setempat yang hasil tangkapan ikannya menurun tidak maksimal lagi,” tandasnya.

Apalagi, ujar Politisi Partai Gerindra menegaskan yang menggunakan Cantrang atau Pukat Harimau ini bukan nelayan Pulau Kerayaan, namun malah dilakukan nelayan dari Pulau Jawa yang sengaja masuk untuk merusak ekosisten laut perairan Kabupaten Kotabaru.

“Paling tidak pihak terkait lainnya bisa mengawasi para nelayan-nelayan nakal tersebut, kalau perlu ditindak tegas saja,” tegasnya. rds/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper