Mata Banua Online
Senin, April 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Neraca Dagang Surplus 56 Bulan Beruntun

by Mata Banua
15 Januari 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Januari 2025\16 Januari 2025\7\Halman ekonomi (16  Januari )\vdsv.jpg
(foto;mb/web)

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$2,24 miliar pada Desember 2024. Realisasi ini turun sekitar US$2,13 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.

“Neraca perdagangan telah mencatatkan surplus selama 56 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Konferensi Pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Rabu (15/1).

Berita Lainnya

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

26 April 2026
Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

26 April 2026

Surplus pada Desember 2024 terjadi karena kinerja ekspor yang mencapai US$23,46 miliar. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang impor senilai US$21,22 miliar.

Wanita yang akrab disapa Winny itu mengatakan surplus per Desember 2024 ditopang komoditas non-migas. Penyumbang utamanya adalah bahan baar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.

BPS mencatat nilai ekspor di akhir tahun lalu mencapai US$23,46 miliar atau turun 2,24 persen dibandingkan November 2024. Rinciannya, ekspor migas sebesar US$1,54 miliar atau naik 17,12 persen dan non-migas turun 3,36 persen dengan nilai US$21,92 miliar.

Winny mencatat seluruh sektor ekspor non-migas mengalami penurunan. Pada November 2024, ekspor non-migas masih menyentuh US$22,68 miliar.

Ekspor di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tercatat sebesar US$0,58 miliar atau turun 0,31 persen. Lalu, sektor pertambangan dan lainnya US$3,73 miliar alias merosot 2,94 persen serta sektor industri pngolahan senilai US$17,61 miliar.

“Seluruh sektor (ekspor non-migas), secara bulanan mengalami penurunan. Penurunan nilai ekspor non-migas utamanya terjadi pada sektor industri pengolahan yang turun sebesar 3,55 persen,” jelasnya.

Sementara itu, nilai impor tercatat US$21,22 miliar alias naik 8,10 persen dibandingkan bulan lalu. Winny merinci impor migas senilai US$3,3 miliar atau naik 28,26 persen dan non-migas mencapai US$17,93 miliar alias naik 5,06 persen.

BPS mencatat nilai impor berdasarkan penggunaan seluruhnya naik. Impor barang konsumsi tumbuh 14 persen ke US$2,31 miliar, barang bahan baku/penolong naik 7,05 persen menjadi US$15,01 miliar, serta barang modal tumbuh 8,87 persen ke US$3,91 miliar.

Adapun total ekspor sepanjang 2024 mencapai US$264,7 miliar atau naik 2,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rinciannya, ekspor non-migas US$248,83 miliar atau naik 2,46 persen serta ekspor migas sebesar US$15,88 miliar alias turun 0,28 persen.

Sedangkan total impor pada tahun lalu mencapai US$233,66 miliar alias tumbuh 5,31 persen ketimbang 2023. Peningkatan impor terjadi pada migas sebesar 1,24 persen menjadi US$36,28 miliar, sedangkan non-migas tumbuh 6,09 persen ke US$197,38 miliar sepanjang 2024. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper